Menabur Harapan Pertanian Modern di Bumi Tanimbar: Upaya Hendro Klink HS Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Pupuk Hayati

Mewujudkan Saumlaki Mandiri Pangan: Gagasan Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Teknologi Hayati

SAUMLAKI | https://lensa publik.my.id – Sabtu, 19 September 2026 – Sektor pertanian di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus berbenah menuju era modernisasi yang ramah lingkungan. Langkah edukasi dan sosialisasi kini gencar dilakukan untuk mendorong efisiensi biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen para petani lokal.

​Salah satu fokus utama pengembangan pertanian di wilayah ini adalah peralihan menuju pola tanam efisien melalui pemanfaatan pupuk hayati yang dikombinasikan dengan 50 persen pupuk kimia. Terobosan ini diharapkan menjadi solusi konkret atas tantangan kualitas pangan serta produktivitas lahan yang selama ini dihadapi masyarakat.

​Praktisi sekaligus pakar pertanian, Hendro Klink HS, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi secara langsung proses modernisasi pertanian di kawasan Saumlaki. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan kelompok tani demi menyukseskan program pemulihan kesuburan tanah.

​”Saran saya mulai edukasi dan bertanam masif dengan pertanian hayati dan 50 persen pupuk kimia. Kita sudah tawarkan bertanam padi dengan pupuk hayati, hanya perlu dukungan penuh dari pihak dinas dan pak bupati,” ujar Hendro Klink HS saat menyampaikan pandangannya.

Gagasan Perubahan dan Efisiensi Lahan Percontohan

​Pendekatan pertanian berkelanjutan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen padi dari varietas gogo menjadi hibrida bernilai tinggi, namun juga memprioritaskan aspek kesehatan tanah dan kesehatan masyarakat secara luas. Dengan efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi pupuk hayati seperti MaxiHumat dan MaxiFarm, penggunaan pupuk kandang maupun bahan kimia dapat ditekan secara signifikan.

​Dalam skema penerapannya, satu liter MaxiFarm dinilai memiliki kandungan mikrobia dan bakteri menguntungkan yang setara dengan satu ton pupuk kandang. Sementara itu, penggunaan satu liter MaxiHumat mampu menyamai daya benah dua ton dolomit untuk menaikkan tingkat keasaman (pH) tanah secara optimal di setiap hektarnya.

​”Peruntukannya untuk menggoalkan visi membangun pertanian modern berkualitas dan produktivitas… efektif dan efisien. Pemanfaatan pupuk hayati dan 50 persen pupuk kimia berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan menopang ketahanan pangan,” lanjut Hendro.

Komitmen Pengawalan Demplot dan Visi Mandiri Pangan

​Guna memberikan bukti nyata bagi masyarakat tani, pembuatan lahan percontohan (demplot) disiapkan di tingkat desa. Penyiapan satu bedengan di berbagai kelompok tani akan menjadi sarana edukasi teknis bagi masyarakat agar dapat mengamati secara langsung perkembangan tanaman semusim maupun tanaman perkebunan.

​Langkah ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintah desa yang menyatakan kesiapannya dalam menyambut teknologi pemupukan berbasis organik dan efisien tersebut. Integrasi dalam katalog elektronik (e-katalog) juga disiapkan untuk memudahkan akses pemenuhan kebutuhan pupuk bagi daerah.

​”Kita siap kawal demplot, walau dari jauh. Kalau ada order atau alokasi dana aspirasi, maka saya siap turun langsung ke lapangan. Mari kita sampaikan visi ini bersama puluhan ribu pekerja untuk membangun Saumlaki,” tutur Hendro optimis.

​Dengan pengawalan teknis yang terencana dan kerja sama sinergis antara pemangku kebijakan serta praktisi, Saumlaki optimistis mampu mewujudkan kemandirian pangan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Tanimbar.

​Editor: johanis kopong

(Sumber: Hasil Wawancara dan Pesan Tertulis Praktisi Pertanian Hendro Klink HS / Publikasi Lensa Publik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *