Menjadikan Hati Sebagai Tanah Subur yang Berbuah Kebaikan

Pesan Pastor Pius Heljanan: Membuka Hati untuk Firman yang Membuahkan Kasih

LAURAN | Lensa Publik – Sabtu, 19 September 2026. Di tengah dinamika kehidupan sehari-hari, setiap insan senantiasa diajak untuk merenungkan sejauh mana ajaran kebaikan dan kebenaran meresap ke dalam lubuk hati serta diwujudkan dalam tindakan nyata.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Beliau merenungkan kisah perumpamaan seorang penabur benih yang diajarkan oleh Yesus Kristus kepada orang banyak, sebagaimana tertuang dalam Injil Lukas pasal 8 ayat 4 sampai dengan 15.

​Melalui perumpamaan tersebut, dijelaskan bahwa benih yang ditaburkan jatuh pada empat kondisi lahan yang berbeda-beda. Hal ini menggambarkan beragam cara manusia dalam menerima dan menyikapi firman atau kebaikan yang disampaikan dalam hidupnya.

​Pastor Pius Heljanan, MSC, menyampaikan bahwa motivasi setiap orang dalam mendengar dan mencari kebenaran sangat beragam. Ada yang sekadar ingin menyaksikan hal-hal menakjubkan, namun ada pula yang tulus mencari kebenaran sejati. Menurut beliau, firman yang sama ditaburkan kepada semua orang, tetapi tidak semua hati mampu menerima, menyimpan, dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.

​”Tanah yang baik menghasilkan buah dalam ketekunan,” tutur Pastor Pius Heljanan, MSC. Beliau mengingatkan bahwa firman Tuhan hanya dapat tumbuh subur serta berbuah dalam diri orang-orang yang memiliki hati sungguh terbuka dan percaya.

​Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya menyelaraskan antara ibadah dan perbuatan sehari-hari. Firman hendaknya diwujudkan melalui sikap saling mengasihi, merajut tali persaudaraan, mudah mengampuni, serta ringan tangan dalam menolong sesama.

Kehidupan spiritual yang tekun seperti rajin berdoa, beribadah, atau mengikuti misa hendaknya berbanding lurus dengan kehalusan budi, bukannya disertai sikap yang gemar memfitnah, menyimpan dendam, bergosip, menghakimi, atau sulit memaafkan.

​Semoga firman dan kebaikan senantiasa tumbuh subur serta menghasilkan buah-buah kebaikan yang berlimpah dalam kehidupan sehari-hari.

​Editor: johanis kopong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *