RD Ponsianus Ongirwalu: Perjumpaan Penuh Rahmat yang Meneguhkan Pelayanan Gereja

Ziarah Iman ke Ternate Menjadi Ruang Refleksi tentang Keteguhan, Misi, dan Kesetiaan Melayani di Tengah Berbagai Tantangan
http://lensapublik.my.id | Saumlaki, 1 Juli 2026 – Sebuah perjalanan menuju tanah misi bersejarah di Ternate, Maluku Utara, menghadirkan pengalaman iman yang mendalam bagi Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (KKT–MBD), RD Ponsianus Ongirwalu, bersama Romo Kolonel Purn. (Sus) Yos Bintoro, Pr.

Bukan sekadar perjalanan geografis, momentum tersebut menjadi ziarah rohani yang memperkaya makna pelayanan, memperteguh iman, sekaligus membangkitkan kembali semangat misioner Gereja.

Perjalanan menuju Ternate dipenuhi refleksi mengenai panggilan seorang pelayan Tuhan yang senantiasa dihadapkan pada tantangan, namun tetap dipelihara oleh penyelenggaraan Ilahi. Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa setiap langkah pelayanan tidak pernah terlepas dari penyertaan Tuhan.

Perjalanan yang Menguji Iman
Perjalanan udara menuju Ternate sempat diwarnai turbulensi yang cukup kuat. Situasi tersebut menghadirkan rasa cemas yang manusiawi, namun sekaligus menjadi ruang perenungan yang mendalam mengenai arti kepasrahan kepada Tuhan.

Bagi RD Ponsianus Ongirwalu dan Romo Yos Bintoro, guncangan pesawat bukan sekadar peristiwa perjalanan, melainkan simbol perjalanan hidup yang kerap menghadirkan badai, pergumulan, penderitaan, maupun tantangan pelayanan.

Dalam situasi ketika manusia tidak lagi memiliki kendali, iman menjadi satu-satunya pegangan yang kokoh.

Pengalaman tersebut memperkuat keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap utusan-Nya dalam menjalankan misi pelayanan, seberat apa pun tantangan yang harus dihadapi.

Napak Tilas di Tanah Misi Santo Fransiskus Xaverius
Sesampainya di Ternate, kedua imam itu merasakan pengalaman spiritual yang begitu mendalam. Kota yang menjadi salah satu pusat penyebaran iman Katolik di Nusantara itu menyimpan sejarah panjang karya misi Santo Fransiskus Xaverius.

Menginjakkan kaki di tanah yang pernah menjadi saksi pewartaan Injil ratusan tahun silam menghadirkan keharuan tersendiri.

Mereka merasakan seolah semangat para misionaris terdahulu masih hidup melalui hembusan angin, hamparan laut, serta jejak sejarah yang tetap terpelihara hingga kini.

Dalam refleksi yang dibagikan, tersirat rasa syukur atas kesempatan menapaki kembali tempat yang memiliki arti penting dalam perkembangan Gereja Katolik di Indonesia.

“Kami berdiri di atas tanah yang sama di mana seorang kudus besar pernah mewartakan kasih Kristus. Bau laut, angin, dan tanah Ternate seolah menggemakan kembali semangat misioner masa lalu,” demikian refleksi yang disampaikan dalam perjalanan tersebut.

Sepuluh Tahun Kemudian, Kembali dengan Semangat Baru
Bagi RD Ponsianus Ongirwalu, perjalanan ini memiliki makna yang sangat pribadi. Setelah kurang lebih sepuluh tahun tidak mengunjungi Ternate, kesempatan kembali ke daerah misi tersebut menjadi momentum untuk melihat bagaimana benih-benih iman yang telah ditanam para misionaris tetap bertumbuh dan dipelihara oleh umat.

Perjalanan ini juga menjadi ruang penyegaran rohani di tengah tanggung jawab pastoral sebagai Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
Melalui pengalaman tersebut, ia merefleksikan kembali kesetiaan Tuhan yang senantiasa menyertai perjalanan pelayanannya bersama umat di Kepulauan Tanimbar maupun Maluku Barat Daya.

Semangat yang diperoleh dari tanah misi itu diharapkan menjadi energi baru dalam melanjutkan karya pastoral di wilayah pelayanan yang dipercayakan kepadanya.
Keteguhan Seorang Prajurit dan Kelembutan Seorang Gembala

Sementara itu, Romo Kolonel Purn. (Sus) Yos Bintoro, Pr menghadirkan perspektif yang berbeda melalui pengalaman panjangnya sebagai purnawirawan TNI Angkatan Udara sekaligus Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia.

Baginya, disiplin, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi sulit merupakan bekal penting dalam pelayanan.
Namun, ketegasan itu harus selalu berjalan beriringan dengan kelembutan hati seorang gembala.

Dalam agenda retret para imam yang akan dipimpinnya, Romo Yos menekankan pentingnya membangun daya tahan spiritual agar setiap imam tetap teguh menghadapi dinamika pelayanan tanpa kehilangan kasih dan semangat melayani umat.

Menyalakan Kembali Api Misioner
Perjumpaan antara RD Ponsianus Ongirwalu dan Romo Yos Bintoro di Ternate menghadirkan pesan bahwa karya misi Gereja tidak pernah berhenti oleh ruang, waktu, maupun berbagai tantangan kehidupan.

Jejak Santo Fransiskus Xaverius menjadi pengingat bahwa Gereja terus dipanggil untuk menghadirkan terang Injil melalui para pelayan yang setia, rendah hati, dan siap diutus ke mana pun.

Perjalanan tersebut juga menegaskan bahwa setiap badai kehidupan bukan alasan untuk berhenti melayani, melainkan kesempatan untuk semakin mengandalkan penyertaan Tuhan.

Semangat itu diharapkan terus menyala dalam hati para imam yang mengikuti retret, sehingga semakin diteguhkan dalam panggilan sebagai pelayan umat.

Mengakhiri refleksi tersebut, disampaikan pula doa dan harapan bagi seluruh imam yang sedang menjalani retret agar semakin dikuatkan dalam karya pelayanan.

“Selamat menjalankan retret bagi para imam. Semoga refleksi dari Ternate ini membakar kembali api misioner di hati para gembala. Umat senantiasa mendoakan pelayanan jajaran Romo sekalian. Amin.”

Perjalanan iman itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap tantangan selalu tersedia rahmat Tuhan yang memampukan para pelayan Gereja untuk terus melangkah, menjadi saksi kasih Kristus, serta menghadirkan harapan bagi umat di mana pun mereka diutus.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *