Lauran | https://lensapublik.my.id – Jumat, 4 September 2026. Pastor Pius Heljanan, MSC, sebagai Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengajak seluruh umat untuk senantiasa membuka diri terhadap pembaruan iman dan menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.
Pesan reflektif tersebut disampaikan dalam perenungan rohani bertema “Takhtakan Yesus dalam Hatimu yang Baru”, yang mengulas petikan Injil Lukas 5:33-39 mengenai perumpamaan anggur baru dan kantong yang baru.
Memahami Makna Anggur Baru dan Kantong Baru
Dalam refleksinya, Pastor Pius menekankan pentingnya meninggalkan pola pikir lama yang kaku agar dapat menerima rahmat Tuhan secara utuh. Beliau mengingatkan bagaimana sikap hidup para pemuka agama pada zaman Yesus sering kali menjadi penghalang bagi pembebasan sejati.
“Anggur baru harus disimpan dlm kantong yg baru pula. Saudaraku, org Farisi dan ahli Taurat terpaku pada cara hidup lama yg membelenggu manusia. Yesus hadir mendasarkan hidup pada hukum kasih yg membebaskan dan membahagiakan,” tutur Pastor Pius Heljanan, MSC.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan arti kiasan dari perumpamaan Injil tersebut agar dapat dihayati dalam kehidupan sehari-hari.
“Anggur baru harus disimpan dlm kantong baru. Anggur baru: ajaran Yesus, Roh Kudus, hidup baru. Kantong baru: hati baru, cara hidup baru dan mentalitas baru,” terangnya.
Waspada terhadap “Nostalgia” Hidup Lama
Dalam perjalanan spiritual, tidak jarang seseorang merasa nyaman dengan kebiasaan lama meskipun hal itu tidak membawa pertumbuhan rohani. Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kenyamanan semu masa lalu yang menghambat pembaruan diri.
“Hati² agar tdk terjebak dlm “nostalgia” Farisi dan ahli Taurat. Cenderung merasa nyaman dgn kebiasaan lama=dulu lebih enak=anggur yg lama lebih baik,” ungkapnya memperingatkan.
Melalui kehadiran-Nya, Kristus menawarkan kualitas hidup yang jauh lebih mulia, yang diwujudkan dalam kebaikan serta kasih kepada sesama.
“Yesus hadir memberi anggur baru: hati yg lembut, rendah hati, saling mengasihi, mengampuni, dll,” tambah beliau.
Pembaruan Total, Bukan Sekadar Tambalan
Pastor Pius menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak setengah-setengah. Anugerah yang ditawarkan oleh Kristus adalah pembaruan hidup yang menyeluruh, bukan sekadar perbaikan permukaan atau perbaikan sementara.
“Yesus memberi kita anugerah terbaik bukan tambalan dan bekas. Yesus tdk menghendaki hidup kita sekedar ditambal, tpi baru total,” tegasnya.
Mengakhiri refleksinya, beliau mengajak umat untuk menyerahkan seluruh hati agar dibarui oleh kasih Kristus, sehingga setiap pribadi dapat melangkah dalam transformasi hidup yang sejati.
“Yesus hadir tdk menambal hatimu, tpi memberi hati baru agar hidup secara baru,” pungkas Pastor Pius Heljanan, MSC mengutip perikop Lukas 5:33-39.
Editor: johanis kopong
(Sumber: Refleksi Renungan Pastor Pius Heljanan, MSC)












