http://lensapublik.my.id | Lauran – Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengajak umat untuk menaruh iman sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang memiliki kuasa memulihkan setiap pergumulan hidup manusia, baik secara rohani maupun jasmani.
Renungan yang disampaikan pada Kamis (2/7/2026) itu berangkat dari bacaan Injil Matius 9:1-8, yang mengisahkan Yesus menyembuhkan seorang lumpuh. Menurut Pastor Pius, mukjizat tersebut diawali dengan pengampunan dosa, sebuah pesan mendalam bahwa akar persoalan manusia sesungguhnya bukan semata-mata penderitaan fisik, melainkan dosa yang memutus hubungan dengan Allah.
“Dosamu sudah diampuni… bangunlah dan berjalanlah,” kutip Pastor Pius Heljanan MSC, mengawali renungannya.
Ia menjelaskan bahwa kelumpuhan rohani dapat tampak dalam kehidupan sehari-hari, seperti mulai meragukan kemahakuasaan Tuhan, malas berdoa, enggan mengikuti perayaan Ekaristi atau beribadah, serta mengabaikan perintah-perintah Tuhan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat manusia semakin jauh dari sumber kehidupan yang sejati.
“Kisah ini mengajarkan bahwa masalah atau pergumulan utama manusia adalah dosa yang memisahkan kita dengan Tuhan (lumpuh rohani). Salah satu efeknya adalah lumpuh fisik. Yesus memiliki otoritas untuk memulihkan semua itu,” ungkap Pastor Pius.
Pastor Pius menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat dialami ketika seseorang datang kepada Yesus dengan iman yang tulus dan penuh kepercayaan. Iman menjadi pintu bagi setiap orang untuk mengalami kasih, pengampunan, dan kuasa pemulihan Tuhan dalam berbagai persoalan kehidupan.
Selain mengajak umat membangun relasi yang erat dengan Tuhan, Pastor Pius juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kepedulian kepada sesama. Menurutnya, masih banyak orang yang mengalami “kelumpuhan” dalam hidupnya, baik karena beban dosa, persoalan keluarga, kesulitan ekonomi, maupun kehilangan harapan.
“Banyak orang ‘lumpuh’ di sekitar kita. Mereka membutuhkan seseorang yang mau mengantar mereka kepada Yesus. Hadirlah sebagai penolong yang menuntun sesama kepada Tuhan,” pesannya.
Di akhir renungannya, Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak menjadi pribadi yang mudah menghakimi orang lain. Ia mengajak umat menjauhi sikap seperti “ahli Taurat modern” yang lebih sibuk mencari kesalahan daripada menghadirkan kasih dan belas kasih Tuhan.
“Jangan menjadi ahli Taurat modern yang hanya suka menghakimi dan memprotes kebaikan Tuhan maupun kebaikan orang lain kepada sesama,” tegas Pastor Pius Heljanan MSC.
Melalui permenungan Injil Matius 9:1-8, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak seluruh umat menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan, memperbarui iman melalui pertobatan yang sungguh-sungguh, serta menjadi pribadi yang menghadirkan harapan bagi sesama. Sebab, bagi setiap orang yang datang kepada-Nya dengan iman, Yesus tetap berkuasa mengampuni, memulihkan, dan mengangkat manusia untuk bangkit menjalani kehidupan yang baru.(jk)












