http://lensapublik.my.id | Saumlaki – Ketakutan, kegagalan, sakit, hingga berbagai krisis kehidupan kerap menjadi badai yang mengguncang perjalanan iman setiap orang. Namun, di balik setiap pergumulan, selalu ada harapan bagi mereka yang tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan.
Pesan itulah yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan yang dibagikan kepada umat pada Rabu (1/7/2026).
Mengangkat perikop Injil Matius 8:23–27, Pastor Pius mengajak umat memaknai kisah para murid yang diterpa badai saat berlayar bersama Tuhan. Menurutnya, kisah tersebut bukan sekadar peristiwa yang terjadi di masa lampau, melainkan gambaran nyata kehidupan manusia yang tak pernah lepas dari tantangan, kecemasan, dan ketidakpastian.
Di tengah situasi itu, Pastor Pius mengingatkan bahwa rasa takut sering kali muncul ketika kepercayaan kepada Tuhan mulai melemah. Padahal, Tuhan senantiasa hadir mendampingi umat-Nya dalam setiap perjalanan hidup.
“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” kutip Pastor Pius, mengulang sabda yang menjadi refleksi utama dalam renungan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sebagaimana para murid yang panik ketika badai menerjang perahu mereka, manusia juga kerap kehilangan ketenangan saat menghadapi persoalan hidup. Namun, iman mengajarkan bahwa setiap pergumulan tidak perlu dihadapi seorang diri.
“Seperti para murid, dalam ziarah iman kita tidak berjalan sendirian. Yesus selalu setia bersama kita, maka jangan pernah takut,” ujar Pastor Pius Heljanan MSC.
Menurutnya, kehidupan tidak menjanjikan perjalanan tanpa badai. Justru melalui berbagai ujian seperti pergumulan, sakit, krisis, maupun kegagalan, setiap orang diajak untuk semakin bertumbuh dalam iman dan keteguhan hati.
“Bersama Yesus tidak menghindarkan kita dari badai, tetapi kita diberanikan untuk menghadapi badai: pergumulan, sakit, krisis, kegagalan, dan lain-lain,” katanya.
Pastor Pius mengajak umat agar tidak larut dalam kepanikan ketika menghadapi persoalan, melainkan datang kepada Tuhan melalui doa dengan hati yang penuh harap.
“Bila menghadapi badai, berlarilah pada Yesus dan katakan: ‘Tuhan, tolonglah aku.’ Yesus akan bangun dan menghardik badai yang membuatmu takut dan panik. Hidupmu akan kembali tenang dan damai,” ungkapnya.
Renungan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk membangun iman yang kokoh di tengah dinamika kehidupan. Sebab, setiap badai yang datang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk semakin mempercayakan hidup kepada Tuhan.
Bagi Pastor Pius Heljanan MSC, iman yang teguh bukan diukur dari seberapa sedikit persoalan yang dihadapi, melainkan dari keberanian untuk tetap percaya bahwa di balik setiap badai, Tuhan senantiasa hadir membawa ketenangan, harapan, dan damai bagi setiap orang yang berserah kepada-Nya.(jk)












