Ketua Pengurus CU AHA se-Maluku: Jangan Biarkan Satu Pun Umat di Tanimbar Tidak Ambil Bagian dalam Berkat Ini
Saumlaki | https://lensa-publik.my.id – Rabu, 9 September 2026 – Peletakan batu pertama pembangunan kantor Credit Union Ain Hov Ain (CU AHA) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak sekadar menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik sebuah gedung. Bagi Ketua Pengurus CU AHA se-Maluku, Pastor Karolus Jamrewav MSC, momentum tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang pelayanan, pertumbuhan anggota, serta harapan agar CU AHA semakin memberi dampak bagi kehidupan masyarakat di daerah ini.
Dalam sambutannya pada kegiatan pemberkatan dan peletakan batu pertama, Pastor Karolus menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana. Ia menilai pembangunan kantor tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan CU AHA di Kepulauan Tanimbar.
“Tuhan sediakan kerinduan kita semua sehingga kita bisa pada kesempatan ini mengadakan upacara adat, letakkan batu pertama yang puncaknya adalah ibadat pemberkatan dan peletakan batu pertama.”

Datang di Tengah Kesibukan
Pastor Karolus mengaku sengaja datang ke Tanimbar meskipun harus meninggalkan sejumlah tugas. Menurutnya, pembangunan kantor CU AHA merupakan agenda penting yang harus mendapat perhatian. “Saya sangat bergembira di tengah kesibukan. Kita kapan bisa ditentukan hari tanggal 9 ini dan saya datang tinggalkan begitu banyak tugas, tapi ini penting, sangat penting.”
Ia bahkan mengisahkan, setibanya di Tanimbar, dirinya langsung melihat lokasi pembangunan dan berkomunikasi dengan para tukang. “Tuhan izinkan saya mendarat dan langsung lihat dan berkomunikasi dengan para tukang.”
Menurut dia, kehadiran berbagai pihak dalam proses pembangunan tersebut menunjukkan bahwa kantor CU AHA bukan semata-mata proyek organisasi, melainkan bagian dari perjalanan bersama masyarakat.
Perjalanan Panjang Membangun Keanggotaan
Pastor Karolus kemudian mengenang masa awal CU AHA membangun basis keanggotaan di Tanimbar. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi paroki-paroki dan berbagai wilayah untuk memperkenalkan CU AHA kepada masyarakat.
Ia menyebut Paroki Lorulun sebagai salah satu wilayah yang memberikan respons besar pada masa awal tersebut. Dalam satu kesempatan, menurut penuturannya, sekitar 600 orang bergabung sebagai anggota. “Dalam sejarah, satu paroki yang maju serentak itu Lorulun dan jumlah anggota pada waktu itu langsung 600 anggota pada satu hari itu.”
Ia juga menyebut sejumlah paroki lain yang turut memberikan dukungan, hingga jumlah anggota CU AHA di Tanimbar berkembang secara signifikan.
Perjalanan tersebut bahkan menjadi pengalaman tersendiri bagi Pastor Karolus. Ia mengenang bagaimana dirinya bersama tim harus berkeliling selama berhari-hari untuk mencapai target keanggotaan.
“Saya tidak naik pesawat besok kalau kita belum sampai 2.000 orang.”
Target tersebut akhirnya tercapai setelah tim melakukan sosialisasi hingga ke sejumlah kecamatan. Ia menyebut jumlah tersebut menjadi 2.002 anggota.
“Maka jadilah 2.002 anggota. Begitu saya naik pesawat saya katakan, ya kalau saya mati sekarang juga tidak apa-apa, yang penting saya sudah dapat berkat.”

Dari Sempat Menurun, Kini Kembali Bertumbuh
Dalam refleksinya, Pastor Karolus juga mengakui bahwa perjalanan CU AHA di Tanimbar tidak selalu berjalan mulus. Setelah pertumbuhan awal yang cukup besar, terdapat anggota yang kemudian pasif maupun mengundurkan diri.
Namun, ia melihat kondisi tersebut mulai berubah. Aktivitas keanggotaan kembali menunjukkan perkembangan. “Tapi sekarang luar biasa bangkit lagi. Hampir tiap hari kantor cabang ini masuk satu sampai lima anggota, hampir tiap hari.”
Ia memberikan apresiasi kepada jajaran komit, para pastor, serta seluruh pihak yang terus mendorong pertumbuhan CU AHA di Tanimbar. “Kantor Ini Tuhan Kasih Hadiah Istimewa”
Bagi Pastor Karolus, pembangunan kantor baru tersebut memiliki makna khusus. Ia menyebut kantor cabang CU AHA di Tanimbar sebagai sesuatu yang istimewa.
“Ini kantor cabang yang Tuhan kasih hadiah istimewa.”
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga Mathias Malaka yang telah memberikan kesempatan sehingga CU AHA dapat memperoleh tanah untuk pembangunan kantor tersebut.
“Terima kasih Bapak Mathias Malaka bersama keluarga yang telah memberi kesempatan bagi kami untuk bisa memiliki tanah ini jadi sesuatu yang luar biasa.”
Menurutnya, proses mendapatkan tanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang patut disyukuri. “Saya sangat yakin bahwa leluhur maupun Tuhan kita itu pasti menggerakkan hati Bapak dan keluarga sehingga tanah ini yang barangkali orang lain yang mau beli, tetapi ternyata Tuhan arahkan untuk CU beli.”

Menghormati Tanah Adat dan Tatanan Masyarakat
Pastor Karolus juga memberikan perhatian khusus terhadap status tanah dan hubungan CU AHA dengan masyarakat adat. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus tetap menghormati tatanan adat, agama, pemerintah, serta masyarakat.
“Saya bilang para staf, ingat itu tanah adat. Jadi berjalan selalu tanya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Itu harus kita jalankan.”
Ia menekankan agar keberadaan kantor CU AHA tidak merusak tatanan sosial yang sudah ada. “Tidak boleh merusak tatanan dalam masyarakat adat, masyarakat agama, masyarakat umum lainnya.”
Karena itu, menurutnya, dimulainya pembangunan melalui upacara adat menjadi bentuk penghormatan terhadap masyarakat setempat.
Bukan Milik Pengurus, tetapi Milik Bersama
Kehadiran CU AHA di Tanimbar, lanjut Pastor Karolus, harus dipandang sebagai bagian dari kepentingan bersama. Ia menegaskan bahwa CU AHA bukan milik pribadi pengurus, pengawas maupun manajemen. “CU itu bukan milik orang per orang, bukan milik kami pengurus, pengawas dan manajemen, tapi milik kita semua.”
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan CU AHA, termasuk melalui keanggotaan dan aktivitas ekonomi yang dibangun bersama.
Pastor Diminta Dorong Umat Menjadi Anggota
Pastor Karolus secara khusus menitipkan pelayanan CU AHA kepada para pastor dan pimpinan komunitas gereja yang berada di Tanimbar. “Saya titipkan kantor ini, pelayanannya para anggota, tetapi juga terlebih calon anggota dari paroki masing-masing.”
Ia berharap tidak ada umat yang tertinggal dari kesempatan untuk menjadi bagian dari CU AHA. “Jangan biarkan satu pun anggota umat yang tidak ambil bagian dalam berkat ini.”
Menurutnya, CU memiliki potensi memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat apabila dipahami dan dimanfaatkan dengan baik.
“Semua orang tahu CU ini punya dampak yang luar biasa. Kalau orang paham dengan baik, maka dampak luar biasa untuk pengembangan ekonominya dan juga pengembangan aspek-aspek hidup lainnya.”

Disiapkan Dua Lantai, Konstruksi Empat Lantai
Dalam pembangunan fisik, Pastor Karolus mengungkapkan bahwa gedung direncanakan dibangun dua lantai pada tahap awal. Namun, konstruksinya dipersiapkan agar memungkinkan pengembangan hingga empat lantai.
“Jadi kita buat dua lantai dulu dan konstruksinya empat lantai. Ini kita siapkan ke depan untuk bisa kasih naik lagi.”
Ia berharap kantor tersebut nantinya mampu menjangkau lebih banyak anggota, termasuk para pekerja yang terlibat dalam pengembangan kawasan Blok Masela.
“Supaya kita tarik semua juga karyawan-karyawan dari Blok Masela untuk bisa daftar menjadi anggota juga kalau mereka ada bekerja di sini.”
Menurutnya, kehadiran mereka sebagai anggota dapat membuka ruang interaksi ekonomi dengan masyarakat lokal.
“Mereka juga bisa berbagi dengan masyarakat, menabung agar membantu masyarakat lainnya di sini.”
Menjadi Gedung yang Dibangun dengan Tanggung Jawab Bersama
Kepada para tukang yang mengerjakan pembangunan, Pastor Karolus menyampaikan harapan agar gedung tersebut dikerjakan dengan kualitas yang baik. Sebab, gedung itu nantinya menjadi milik bersama anggota dan masyarakat yang terlibat. “Bangunan ini milik kita semua. Itu bedanya di situ. Bangunan ini milik seluruh masyarakat, seluruh anggota, milik Bapak sekalian.”
Ia berharap para pekerja memiliki rasa tanggung jawab yang sama untuk menghasilkan bangunan yang berkualitas.
“Kita semua punya, kita merasa bertanggungjawab untuk membuatnya menjadi bagus sehingga gedung ini bisa menjadi istimewa.”
Menurut informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga sampai empat bulan.

Ketua Komit Diminta Terus Mengajak Masyarakat
Menutup sambutannya, Pastor Karolus kembali menitipkan tugas kepada para ketua komite agar terus mengajak masyarakat menjadi bagian dari CU AHA.
“Berjuanglah. Masih banyak tetangga-tetangga yang belum masuk, doronglah mereka masuk karena ini sesuatu yang sangat baik.”
Ia berharap pengalaman para anggota dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi kesaksian sekaligus contoh bagi masyarakat di sekitarnya. “Kesaksian Anda dengan kehidupan sehari-hari dan bagaimana memanfaatkan CU ini itu menjadi contoh bagi mereka.”
Pastor Karolus kemudian menyampaikan ucapan selamat atas dimulainya pembangunan kantor baru tersebut.
“Selamat, proficiat untuk kita semua. Kita yang bersama-sama yang memiliki kantor yang baru ini. Semoga Tuhan membuat semuanya ini berjalan dengan baik dan lancar dan sukses.”
Bagi CU AHA, peletakan batu pertama tersebut akhirnya bukan hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan sebuah gedung. Momentum itu sekaligus menjadi penanda harapan baru: menghadirkan sebuah pusat pelayanan keuangan yang bertumbuh bersama anggota, menghormati masyarakat adat, serta ikut mengambil bagian dalam penguatan ekonomi masyarakat Kepulauan Tanimbar.
(Editor: joko)
(Sumber: Sambutan Ketua Pengurus CU AHA se-Maluku, Pastor Karolus Jamrewav MSC, pada acara pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan Kantor CU AHA Saumlaki)














