Menemukan Kedamaian Hati di Desa Lauran: Pesan Penyejuk Jiwa dari Pastor Pius Heljanan, MSC

 

LAURAN | https://lensa publik.my.id – Selasa, 1 September 2026 – Di tengah semilir angin pesisir Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, keheningan menyelimuti Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus. Dari tempat ini, tersiar sebuah pesan penyejuk jiwa yang mengajak setiap orang untuk merefleksikan kembali perjalanan rohani dan kedamaian batin di tengah riuk-pikuk kehidupan modern.

​Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, mengamati betapa banyaknya beban hidup yang sering kali melingkupi hati manusia. Kedengkian, emosi yang tak tertahan, serta sulitnya memaafkan kerap menjadi beban tersendiri yang mengikis kebahagiaan sejati.

​Merujuk pada kisah Injil Lukas (Luk. 4:31-37) tentang ketegasan Kristus saat membebaskan manusia dari ikatan roh jahat, Pastor Pius mengingatkan bahwa Sabda Tuhan senantiasa membawa pemulihan nyata bagi siapa saja yang mau datang dengan kerendahan hati.

​”Diam, keluarlah dari padanya,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC, mengutip kata-kata Yesus saat membebaskan orang dari kerasukan roh jahat dalam naskah renungannya, Selasa (1/9/2026).

Beban Batin dan Pentingnya Ketaatan Imak

​Pastor Pius menuturkan bahwa ikatan spiritual di masa kini sering kali hadir dalam bentuk persoalan mental dan emosional yang menggerogoti ketenangan hidup sehari-hari.

​”Saudaraku, saat ini banyak orang dikuasai roh jahat. Mereka menderita/banyak persoalan dalam hidup: suka marah, dendam, sulit mengampuni, iri hati, suka gosip, fitnah, ragu dalam percaya Tuhan, sombong, cari pujian, dan lain-lain,” ungkapnya.

​Menurutnya, ketika seseorang merasa tidak nyaman dan kehilangan kebahagiaan dalam melangkah, menyerahkan seluruh kerapuhan hidup kepada Sang Pencipta adalah jalan terbaik untuk memperoleh pertolongan dan ketenangan jiwa.

​”Yesus berkuasa, sabda-Nya penuh kuasa dan mendatangkan pemulihan. Bila dirimu merasa tidak nyaman dan bahagia, datanglah pada Yesus. Serahkan hidupmu pada-Nya. Dia punya otoritas untuk menolongmu,” tutur Pastor Pius.

Beriman dengan Sungguh dan Tulus

​Lebih lanjut, Pastor Pius memberikan penekanan mendalam mengenai arti penting sebuah ketaatan dalam beriman. Mengaku percaya saja tidaklah cukup jika tidak diiringi dengan perubahan perilaku dan ketulusan hati untuk bertobat.

​”Ingat, iblis kenal Yesus, tapi tidak taat. Percaya Yesus tanpa ketaatan, ibarat iblis yang menyamar jadi manusia. Berimankah secara benar, maka Yesus akan menolong dan memulihkan hidupmu,” tegas Pastor Pius Heljanan, MSC, menutup renungannya dengan penuh kehangatan.

​Melalui ajakan ini, umat di Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran diajak untuk terus menjaga kesucian hati, menebarkan kasih, serta saling mengampuni demi mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian.

​(Editor: johanis kopong)

(Sumber: Renungan Khotbah Pastor Pius Heljanan, MSC – Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *