Bangun Tanimbar, BPI Siapkan Ribuan Tenaga Kerja Bersertifikat

Joe Noya: Jangan Saling Menjatuhkan, Saatnya Bergandeng Tangan Bangun Tanimbar
http://lensapublik.my.id | Saumlaki – Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai diarahkan secara lebih terstruktur. Tidak hanya berbicara soal pelatihan kerja, tetapi juga menyentuh pembinaan karakter, kepemimpinan, hingga sertifikasi profesi yang dibutuhkan dunia industri.

Hal itu disampaikan Direktur PT Bangkit Prestasi Insani (BPI), Joe Noya, dalam wawancara bersama media di Kantor BPI Cabang KKT, Jalan Ir. Soekarno Sifnana RT 11 RW 3, depan Kodim Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat, 22 Mei 2026.

Joe menegaskan, program yang sedang dijalankan bukan sekadar pendataan biasa. Tahap awal yang dilakukan adalah verifikasi data secara menyeluruh dan adil terhadap peserta dari 10 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Menurutnya, target yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 3.717 peserta harus menjadi acuan utama dalam proses tersebut. “Verifikasi data harus dilakukan dengan adil dan benar untuk seluruhnya, yaitu 10 kecamatan, untuk target yang diberikan oleh Pemda KKT angka 3.717. Apa pun caranya harus merujuk ke angka itu,” ujar Joe Noya.

Data Peserta Terkoneksi ke Pusat
Ia menjelaskan, setelah proses verifikasi selesai, seluruh data peserta akan langsung terkoneksi dengan manajemen BPI di pusat Yogyakarta serta manajemen BPI yang menangani pelatihan di Cilacap.

Dalam tahapan itu, peserta akan dipetakan berdasarkan minat, kemampuan, dan kesiapan kerja ke dalam beberapa kategori atau grade, mulai dari D, C, B hingga A.

Grade D dan C, kata Joe, akan diprioritaskan untuk kebutuhan tenaga kerja teknis yang paling dibutuhkan di lapangan, seperti operator alat berat, tenaga catering, hingga bidang-bidang operasional lainnya.
“Ketika minat dan kemampuan mereka sudah terdeteksi, maka mereka masuk ke fase pengembangan karakter,” katanya.

Pembinaan Karakter Libatkan TNI
Pembinaan karakter tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berkaitan dengan kedisiplinan yang akan melibatkan institusi TNI melalui kerja sama dengan Kodim di Tanimbar. Program itu nantinya dijalankan menggunakan kurikulum khusus pembinaan karakter yang disusun bersama pihak Kodim.

Sementara peserta dengan kategori lebih tinggi, yakni grade B dan A, akan diarahkan mengikuti pelatihan kepemimpinan di Yogyakarta.

Menurut Joe, peserta dalam kategori tersebut dipersiapkan menjadi calon pemimpin di bidangnya masing-masing. “Untuk level yang lebih tinggi seperti grade B atau grade A, mereka diharapkan menjadi pemimpin, sehingga wajib mendapat pembinaan karakter dan leadership,” ujarnya.

Sertifikasi Jadi Syarat Utama
Setelah lolos tahapan pembinaan karakter dan kepemimpinan, peserta akan memasuki pelatihan kompetensi sesuai bidang yang dipilih. Bidang yang disiapkan meliputi operator alat berat, tenaga konstruksi, welder, hingga tenaga kerja sektor migas.

Joe menekankan, sertifikasi menjadi syarat mutlak sebelum seseorang benar-benar terjun ke dunia kerja profesional. Ia mencontohkan seorang welder tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mengantongi sertifikasi tambahan yang sesuai dengan standar industri. “Sesimpel itu, wajib hukumnya dia memiliki sertifikasi,” tegas Joe.

Beberapa sertifikasi yang dimaksud antara lain sertifikasi K3 umum, Basic Safety Training (BST), hingga sertifikasi keselamatan kerja offshore bagi tenaga kerja yang akan ditempatkan di laut atau sektor migas lepas pantai.

Menurutnya, seluruh proses sertifikasi akan diverifikasi kembali sebelum peserta disalurkan ke dunia kerja.

Program Magang untuk Tingkatkan Keterampilan

Bagi peserta yang belum memiliki kompetensi memadai di Tanimbar, DPI bersama BPI akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk membuka akses magang.

Melalui program itu, peserta diberi kesempatan meningkatkan keterampilan secara langsung di dunia industri sebelum nantinya kembali dan siap bekerja saat proyek-proyek besar mulai berjalan di Tanimbar. “Mereka ikut magang supaya skill-nya meningkat, sehingga pada saat operasi dimulai nanti mereka bisa ditarik kembali dan masuk bekerja,” katanya.

Ajak Semua Pihak Bergandeng Tangan
Di akhir wawancara, Joe mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, lembaga gereja, organisasi kepemudaan, LSM, hingga perangkat desa untuk bersama-sama mendukung program pengembangan SDM tersebut.

Ia berharap seluruh pihak tidak saling menjatuhkan, melainkan saling mendukung demi masa depan generasi muda Tanimbar.
“Semoga semua bisa memahami bahwa yang diperlukan adalah bergandeng tangan, jangan saling menjatuhkan. Tuhan memberkati kita semua untuk bangun Tanimbar,” tutupnya.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *