Belajar Peduli dan Setia Melayani: Kisah Bungkusan Sederhana untuk Anak-Anak Olilit Barat
Tanimbar | https://lensa publik.my.id – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (17/9/2026). Di tengah suasana doa Novena Bunda Maria Berdukacita hari ketujuh, tatapan mata anak-anak pelayan altar tampak berbinar. Hari itu, riak-riak kecil kebahagiaan hadir lewat perhatian sederhana yang menyentuh hati.
Ika Laratmase, siswi kelas 4 SD Inpres dari Rukun YMY, berdiri anggun saat membawakan lantunan mazmur. Suara mungilnya bergema, membawa umat masuk dalam perenungan tentang kasih yang tulus. Bagi Ika, melantunkan pujian di mimbar altar bukan sekadar tugas rutin, melainkan cara polosnya mengungkapkan cinta kepada Tuhan. Usia muda tak menyurutkan langkahnya untuk hadir dan melayani.

Tak hanya Ika, semangat serupa ditunjukkan oleh Vero, Mario, dan rekan-rekan mereka yang bertugas sebagai misdinar, lektor, hingga asisten koster. Seperti keteladanan Bunda Maria yang setia mendampingi hingga ke pemakaman Yesus, anak-anak ini menunjukkan ketekunan dan kerendahan hati dalam menjaga kesucian Misa Kudus. Pengorbanan waktu dan tenaga mereka menjadi wujud nyata dari ajaran kasih.
Usai perayaan Misa, kehangatan kian terasa ketika Pastor Paroki HKY Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, menyerahkan bingkisan berupa buku tulis, pena, dan bantuan transportasi. Senyum merekah di wajah anak-anak saat menerima perhatian tersebut. Perlengkapan sekolah itu bukan sekadar hadiah, melainkan benih penyemangat agar mereka semakin giat menuntut ilmu dan tekun melayani.
Dalam sapaannya yang penuh ketelatenan, RD Ponsianus Ongirwalu memberikan penguatan agar anak-anak senantiasa menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan pendidikan di sekolah.

“Jadilah anak-anak yang seimbang, rajin berdoa dan melayani di gereja, tetapi juga tekun belajar di sekolah. Buku dan pena yang diterima harus dipakai untuk menuntut ilmu demi masa depan,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu.
Beliau juga mengingatkan pentingnya meneladani kasih dan kesetiaan Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.
“Seperti tema Injil hari ini, kasih menutup banyak dosa dan kesalahan. Jangan ragu untuk saling memaafkan di antara sesama teman. Tetaplah setia melayani walau menghadapi tantangan,” pesannya penuh kehangatan.
Langkah-langkah kecil anak-anak hebat di Olilit Barat ini menjadi cermin bahwa ketulusan melayani tak mengenal batasan usia. Semangat mereka di sekitar altar terus menyalakan harapan bagi sesama.
RATU NORKIT MONUK DEDESAR. UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN. KIDABELA. SALVE.
(Editor: johanis kopong)
(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar)














