Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pengembangan Kompetensi melalui Pendidikan S2 Manajemen

Karang Intan, Lensapublik.my.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menyediakan akses pendidikan tinggi bagi petugas dan warga binaan melalui program S2 Manajemen yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin. Petugas dan warga binaan mendalami mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Dosen STIMI Banjarmasin, Titien Agustina, melalui Zoom Meeting, Selasa (15/09/2026).

Penyelenggaraan pendidikan tinggi menjadi salah satu upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendorong pengembangan pengetahuan dan kompetensi. Program tersebut memberikan kesempatan kepada petugas untuk meningkatkan kapasitas akademis sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan berkelanjutan.

Kesempatan menempuh pendidikan S2 memberikan manfaat bagi petugas untuk memperluas wawasan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu pegawai yang mengikuti program tersebut, Taufik Hidayat, menilai materi Manajemen SDM memberikan pemahaman yang relevan dengan pengembangan kompetensi dan pelaksanaan tugas.

“Perkuliahan Manajemen SDM memberikan wawasan tentang bagaimana mengenali, mengelola, dan mengembangkan potensi setiap individu. Materi ini menjadi pengetahuan tambahan yang dapat saya gunakan untuk memahami pengelolaan SDM sekaligus mendukung pelaksanaan tugas secara lebih baik,” ungkap Taufik.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan pengetahuan melalui pendidikan tinggi. Warga binaan berinisial ME mengikuti perkuliahan dari Ruang Belajar dan memanfaatkan materi Manajemen SDM untuk memahami pentingnya mengenali serta mengembangkan kemampuan diri.

“Materi Manajemen SDM mengajarkan saya pentingnya mengenali kemampuan diri dan terus mengembangkannya. Saya bersyukur bisa mengikuti perkuliahan ini karena mendapatkan pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar ME.

Dosen STIMI Banjarmasin, Titien Agustina, mengarahkan mahasiswa untuk memahami pengelolaan sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam mencapai tujuan organisasi. Ia membahas pengembangan kompetensi, pengelolaan potensi, serta peran individu dalam mendukung kinerja organisasi.

“Manajemen SDM tidak hanya membahas bagaimana organisasi mengelola orang, tetapi juga bagaimana mengembangkan potensi dan kompetensi setiap individu. Pemahaman tersebut penting agar mahasiswa mampu melihat peran sumber daya manusia sebagai bagian utama dalam mencapai tujuan organisasi,” jelas Titien.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengatur pelaksanaan perkuliahan sesuai kondisi masing-masing mahasiswa. Warga binaan mengikuti pembelajaran dari Ruang Belajar, sedangkan petugas mengikuti perkuliahan secara terpisah melalui Zoom Meeting bersama STIMI Banjarmasin. Pengaturan tersebut membantu mahasiswa menjalankan pendidikan secara berkelanjutan tanpa mengesampingkan pelaksanaan tugas maupun proses pembinaan.

Melalui kerja sama dengan STIMI Banjarmasin, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kesempatan pendidikan tinggi bagi petugas dan warga binaan. Program S2 Manajemen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi, serta membangun kemampuan yang dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas maupun proses pengembangan diri. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *