Meneladani Kesederhanaan Bunda Maria: Senyum Sembilan Anak Hebat dan Usia Baru Rukun Santa Maria di Olilit Barat

Cinta Kecil yang Menyatukan Langkah: Catatan Sukacita dari Paroki HKY Olilit Barat

Olilit Barat | https://lensa publik.my.id – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Gereja Katolik Paroki HKY Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Selasa, 8 September 2026. Bertepatan dengan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria serta hari ketujuh Novena Santo Raphael, umat berkumpul tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga membagikan hangatnya persaudaraan dan kasihKristus.

​Di tengah momen sakral tersebut, perhatian khusus tertuju pada sembilan anak yang aktif melayani di altar sebagai misdinar, lektor, dan pemazmur, serta senantiasa setia hadir dalam Misa pagi dan Novena. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Pastor Paroki memberikan bantuan uang transportasi untuk mendukung langkah anak-anak tersebut menuju sekolah.

Kehangatan dan Apresiasi untuk Sembilan Anak Hebat

​Bagi anak-anak penerima perhatian, bantuan tersebut bukan sekadar dinilai dari bentuk nominalnya, melainkan ungkapan kasih yang begitu mendalam dan menyentuh hati.

​”Setia dalam Perkara Kecil, Berkah dalam Setiap Langkah,” ungkap salah satu perwakilan dari sembilan anak hebat tersebut.

​”Hari ini terasa sangat istimewa bagi kami bersembilan. Di Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria ini, kami merasa mendapat kehangatan kasih Bunda Maria melalui kebaikan Pastor Paroki. Melayani sebagai misdinar, lektor, dan pemazmur serta hadir dalam Misa pagi dan Novena Santo Raphael bukanlah sebuah beban, melainkan kerinduan hati kami untuk dekat dengan Tuhan,” tuturnya penuh haru.

​Ia menambahkan bahwa perhatian yang diberikan Pastor Paroki menjadi dorongan semangat yang luar biasa. “Bantuan uang transportasi yang Pastor berikan hari ini mungkin Pastor sebut kecil, tetapi bagi kami, ini adalah bentuk apresiasi yang luar biasa besar dan menyentuh hati. Ini bukan soal nominalnya, melainkan tentang rasa diperhatikan, dihargai, dan didukung dalam langkah kami menuju sekolah. Perhatian ini melipatgandakan semangat kami untuk terus setia melayani di altar Tuhan dan rajin beribadah. Terima kasih, Pastor, telah menjadi wujud nyata kasih Kristus bagi kami anak-anakmu,” tambahnya.

16 Tahun Perjalanan Bersama Bunda Maria

​Kebahagiaan hari itu kian melimpah seiring dengan perayaan Ulang Tahun ke-16 Rukun Santa Maria. Usia 16 tahun menjadi milestone penting bagi seluruh pengurus dan warga rukun dalam merawat kebersamaan dan merajut iman di bawah naungan Bunda Maria.

​”16 Tahun Berjalan Bersama Bunda Maria dalam Kasih dan Persekutuan,” ujar Ketua Rukun menyampaikan ungkapan syukurnya.

​”Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Tepat pada Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria hari ini, Rukun Santa Maria genap berusia 16 tahun. Perjalanan selama 16 tahun ini tentu penuh dengan warna—suka, duka, tantangan, dan kebersamaan. Namun, di bawah perlindungan Bunda Maria, rukun kita dapat terus berdiri kokoh, saling menopang, dan bertumbuh dalam iman,” jelasnya.

​Segenap pengurus dan warga pun menyampaikan terima kasih atas pendampingan gereja. “Di momen hari ke-7 Novena Santo Raphael ini, kami segenap pengurus dan warga Rukun Santa Maria menyampaikan terima kasih yang mendalam atas bimbingan Pastor Paroki serta dukungan seluruh umat. Semoga di usia yang ke-16 ini, rukun kita semakin solid, melayani dengan kerendahan hati seperti Bunda Maria, serta senantiasa menjadi tempat di mana kasih Tuhan nyata dirasakan oleh setiap anggota keluarga di dalamnya,” harapnya.

Nasihat dan Pesan Gembala Pastor Paroki

​Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, memberikan pencerahan dan pesan gembala yang menyejukkan hati umat yang hadir.

​”Meneladani Kesederhanaan Bunda Maria dan Kesetiaan dalam Melayani,” tegasmya dalam pesan gembala.

​”Umat yang dikasihi dalam Kristus, Hari ini gereja kita bergembira merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Kehadiran Bunda Maria membawa kabar sukacita bagi keselamatan dunia. Ketaatan dan kesederhanaannya adalah teladan utama bagi kita semua,” ajak RD Ponsianus Ongirwalu.

​Secara khusus, beliau berpesan kepada para anak-anak penerima tanda kasih agar tetap rendah hati dan menjadikan pelayanan gereja sebagai pondasi hidup. “Kepada 9 Anak Hebat yang hari ini menerima sedikit tanda kasih: ingatlah bahwa pelayananmu di altar—baik sebagai misdinar, lektor, maupun pemazmur—adalah bentuk persembahan hati yang sangat berharga di mata Tuhan. Jangan pernah berkecil hati. Jadikan kesetiaanmu melayani di gereja sebagai fondasi dalam menuntut ilmu di sekolah. Tuhan tidak pernah memperhitungkan seberapa besar yang kita berikan, tetapi seberapa besar kasih yang kita taruh dalam setiap pelayanan kecil kita,” pesannya.

​Tak lupa, selamat dan doa juga disampaikannya untuk Rukun Santa Maria. “Kepada Rukun Santa Maria yang merayakan HUT ke-16: proficiat! Tetaplah meneladani Bunda Maria dalam kesederhanaan, kerendahan hati, dan ketulusan. Jadikan rukun ini sebagai wadah persaudaraan yang sejati, di mana yang lemah dikuatkan, yang sedih dihibur, dan iman terus dipupuk. Bersama perlindungan Santo Raphael Malaikat Agung yang kita mohonkan dalam Novena hari ke-7 ini, semoga langkah hidup, perjalanan anak-anak kita ke sekolah, serta persekutuan rukun kita selalu dilindungi dan diberkati oleh Allah Yang Mahakasih. Amin,” tutupnya.

​Kebersamaan dan perayaan ini diakhiri dengan salam persaudaraan penuh kearifan lokal: RATU NORKIT MONUK DEDESAR. UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN. KIDABELA. SALVE.

​(Editor: johanis kopong)

(Sumber: Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *