Meniti Jalan Iman di Altar Hati Kudus Yesus: Kisah Tiga Tunas Muda dari Olilit Barat

Pelita Kecil di Altar Tuhan: Keteladanan Yan, Kristin, dan Mario di Kepulauan Tanimbar

 https://lensa publik.my.id – Olilit Barat, Rabu, 2 September 2026. Suasana pagi di Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terasa penuh sukacita dan kehangatan. Di tengah keheningan umat yang berhimpun, perayaan Pembukaan Novena Santo Rafael Malaikat Agung dan Malaikat Suci menjadi momen istimewa yang membekas mendalam bagi seluruh komunitas umat beriman setempat.

​Hari yang penuh berkah tersebut bukan sekadar rutinitas peribadatan, melainkan panggung keteladanan bagi anak-anak muda yang menyerahkan hati dan tenaganya untuk melayani Tuhan. Tiga sosok tunas muda—Yan dan Kristin sebagai utusan dari Rukun Santo Petrus, serta Mario yang setia bertugas sebagai misdinar—berhasil menyentuh hati seluruh jemaat melalui dedikasi mulia mereka di sekitar altar.

Senandung Mazmur dan Langkah Pelayanan

​Pelayanan altar pagi itu berlangsung sangat anggun dan khidmat. Kristin dengan penuh keyakinan membacakan Kitab Suci sebagai lektor, sementara Yan melantunkan bait-bait Mazmur tanggapan dengan begitu indah dan merdu. Di sudut altar, Mario dengan penuh kesetiaan dan ketelitian menjalankan tugasnya sebagai pelayan altar. Bagi ketiga anak ini, Novena bukan sekadar devosi rutin tahunan, melainkan syarat mutlak serta bekal spiritual yang melandasi perjalanan hidup mereka menuju masa depan.

​Keteladanan iman yang ditunjukkan oleh Yan, Kristin, dan Mario membuahkan apresiasi yang sangat hangat dari reksa pastoral dan seluruh jemaat yang hadir.

Wujud Kasih dan Perhatian Pastor Paroki

​Sebagai wujud dukungan nyata dan ungkapan syukur atas dedikasi serta pelayanan tulus mereka, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat memberikan perhatian istimewa. Untuk Mario yang saat ini menempuh pendidikan di SD Inpres, Pastor Paroki memberikan bantuan berupa uang jajan dan uang transportasi atas kesetiaannya melayani sebagai misdinar.

​Sementara itu, bagi Yan dan Kristin yang menimba ilmu di SMP Paulus, Pastor Paroki memberikan bantuan khusus berupa penanggungan pembayaran uang sekolah (SPP). Langkah nyata ini menjadi bentuk dorongan tulus agar semangat belajar dan pelayanan mereka semakin memperteguh iman di tengah gereja maupun masyarakat.

Merawat Tunas Muda Bersama Orang Tua

​Kehadiran dan dedikasi anak-anak hebat ini tidak terlepas dari peran serta orang tua yang senantiasa mendampingi, mengarahkan, dan mendoakan hingga mereka berani tampil percaya diri melayani di altar Tuhan. Keterlibatan dalam tugas liturgi turut membentuk keteguhan iman dan karakter Yan, Kristin, dan Mario dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

​Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, dalam wejangan pastoralnya menyampaikan pesan mendalam untuk membekali langkah ketiga anak tersebut: ​”Tetaplah rendah hati dan jadilah garam serta terang di mana pun kalian berada, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.”

​Beliau juga menegaskan pentingnya menjadikan spiritualitas sebagai fondasi hidup: ​”Jadikan doa dan tugas pelayanan ini sebagai fondasi utama dalam meraih masa depan dan cita-cita kalian.”

​Kesaksian dan keteladanan iman dari Yan, Kristin, dan Mario diharapkan mampu menjadi inspirasi yang menyalakan semangat bagi seluruh generasi muda di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

​RATU NORKIT MONUK DEDESAR. UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN. KIDABELA. SALVE.

​Editor: johanis kopong

(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu – Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *