Klaster Industri Tanimbar Mulai Dibentuk, SDM Lokal Jadi Prioritas
http://lensapublik.my.id | Saumlaki – Direktur PT Bangkit Prestasi Insani (BPI), Joe Noya, membeberkan keterlibatan sejumlah perusahaan nasional dan mitra investasi dalam rencana pengembangan lima klaster industri strategis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam wawancara media di Kantor BPI Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu, 24 Mei 2026, Joe Noya menyebut pengembangan kawasan industri tersebut menjadi bagian penting dalam strategi menekan angka pengangguran terbuka di daerah itu.
Sejumlah perusahaan yang disebut terlibat antara lain Daekyung, Fikawan, Mega Areboga, Minarta, dan Alkatec. Masing-masing disiapkan mengisi sektor berbeda sesuai kebutuhan pengembangan industri dan peningkatan sumber daya manusia di Tanimbar. “Pengembangan SDM harus terintegrasi dengan industri. Karena itu kami membangun koneksi antara pelatihan tenaga kerja dengan kebutuhan investasi dan proyek industri yang akan berkembang di Tanimbar,” ujar Joe Noya.
Daekyung Fokus Sertifikasi Kompetensi
Joe Noya menjelaskan, Daekyung diproyeksikan menangani 18 bidang pelatihan dan sertifikasi kompetensi tanpa menggunakan pembiayaan APBD. Program itu masuk dalam pengembangan Klaster 1 dan Klaster 2. Pelatihan tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi standar industri konstruksi, energi, dan migas.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja kompeten akan terus meningkat seiring masuknya proyek-proyek strategis di wilayah Tanimbar dan kawasan terdampak Blok Masela.
Fikawan Kembangkan Energi dan Infrastruktur
Sementara itu, Fikawan disebut akan bergerak pada pengembangan sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta investasi infrastruktur pendukung. Joe Noya menyebut perusahaan tersebut juga dikaitkan dengan pembangunan fasilitas kawasan pemerintahan yang menggunakan skema APBD multiyears dalam Klaster 5.
Mega Areboga Bidik Industri Pengolahan Pangan
Pada Klaster 3, perusahaan Mega Areboga diproyeksikan mengembangkan fasilitas processing pangan berbasis investasi.
Kehadiran industri pengolahan pangan dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat rantai pasok kebutuhan logistik dan konsumsi di kawasan industri Tanimbar.
Minarta Siapkan Fasilitas Pendukung Industri
Untuk Klaster 4, perusahaan Minarta disebut akan membangun berbagai fasilitas penunjang industri seperti warehouse, workshop, hingga akomodasi kru pekerja.
Menurut Joe Noya, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas proyek konstruksi dan industri strategis yang berkembang di wilayah Tanimbar.
Alkatec Garap Sistem Air Bersih
Selain itu, Alkatec diproyeksikan menangani sektor penyediaan air bersih melalui skema investasi pada Klaster 4. Joe Noya menilai kebutuhan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan kawasan industri dan pemukiman pekerja di masa mendatang.
SDM Lokal Jadi Prioritas
Dalam keterangannya, Joe Noya menegaskan bahwa seluruh desain pengembangan industri tersebut tetap menempatkan masyarakat Tanimbar sebagai prioritas utama.
Ia berharap pengembangan klaster industri tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga membuka ruang kerja dan peningkatan kapasitas SDM lokal secara berkelanjutan.
“Masyarakat Tanimbar harus menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri. Karena itu pengembangan SDM dan industri harus berjalan bersamaan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga perusahaan operator migas untuk bersama-sama mendukung pengembangan tenaga kerja lokal di kawasan terdampak Blok Masela.(jk)














