http://lensapublik.my.id | Saumlaki, 27 Juni 2026 – Pembinaan mental dan fisik (Bintalsik) yang rutin dijalani personel Satuan Pengamanan (Satpam) BRI Kantor Cabang Saumlaki kembali membuahkan aksi nyata di lapangan. Di sela-sela kegiatan latihan, para personel dengan sigap membantu sebuah mobil ambulans yang mengalami pecah ban saat sedang mengangkut pasien dalam kondisi darurat menuju rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) pagi di sekitar area parkir BRI Kantor Cabang Saumlaki, lokasi pelaksanaan kegiatan Training Pembinaan Mental dan Fisik (Bintalsik) yang digelar secara rutin setiap pekan oleh PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Cabang Makassar bagi personel Satpam BRI.

Latihan Berubah Menjadi Aksi Kemanusiaan
Kegiatan pembinaan pagi itu diawali dengan olahraga lari, senam, serta pembekalan mengenai standar pelayanan dan pengamanan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus meningkatkan profesionalisme personel.
Namun di tengah berlangsungnya latihan, perhatian para peserta tertuju pada sebuah mobil ambulans yang berhenti di tepi jalan tidak jauh dari lokasi kegiatan.
Setelah didekati, diketahui ambulans tersebut mengalami pecah ban, sementara di dalam kendaraan terdapat seorang pasien yang membutuhkan penanganan medis segera di rumah sakit.
Sigap Membantu Tanpa Diminta
Melihat situasi darurat tersebut, para personel Satpam BRI Saumlaki langsung menghentikan sementara kegiatan latihan dan bergerak membantu.
Dengan mengandalkan keterampilan, kerja sama, serta kondisi fisik yang prima hasil pembinaan rutin, mereka bahu-membahu mengganti ban ambulans yang rusak dengan ban cadangan.
Proses penggantian ban berlangsung cepat sehingga ambulans dapat kembali melanjutkan perjalanan menuju fasilitas kesehatan tanpa mengalami keterlambatan yang berarti.
Aksi spontan tersebut mencerminkan kesiapsiagaan personel Satpam dalam merespons kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera.

Wujud Kepedulian kepada Sesama
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa pembinaan mental dan fisik yang dijalankan secara berkala tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran dan disiplin personel, tetapi juga membentuk karakter yang tanggap, peduli, dan memiliki semangat kemanusiaan.
Kesigapan para Satpam BRI Saumlaki memperlihatkan bahwa kehadiran petugas pengamanan tidak terbatas pada menjaga keamanan lingkungan kerja, melainkan juga mampu memberikan pertolongan kepada masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung peristiwa itu. Berkat respons cepat para personel, ambulans dapat segera melanjutkan perjalanan sehingga pasien memperoleh kesempatan lebih cepat untuk mendapatkan penanganan medis.
Semangat kepedulian yang ditunjukkan Satpam BRI Saumlaki diharapkan menjadi inspirasi bahwa nilai-nilai profesionalisme harus berjalan seiring dengan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Masyarakat pun turut mendoakan agar pasien yang berada di dalam ambulans segera memperoleh kesembuhan dan dapat pulih kembali.(rls: augi/jk)














