LAURAN | Lensa Publik – Kamis, 3 September 2026. Di tengah ketenangan Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, alunan permenungan spiritual berhembus lembut menyapa umat. Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, membagikan permenungan mendalam mengenai keterbukaan hati dalam menerima karya Allah melalui tatanan kehidupan sehari-hari.
Ketaatan Petrus dan Panggilan Menjala Lebih Dalam
Mengambil inspirasi dari kisah Injil Lukas bab 5 ayat 1 sampai 11, Pastor Pius mengajak setiap insan untuk merenungkan keteladanan Santo Petrus. Ketika usaha manusiawi mengalami kegagalan, kepatuhan untuk mendengarkan sabda Ilahi menjadi titik balik yang mengubahkan.
”Atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC, mengutip tanggapan Petrus saat menerima arahan untuk berlayar ke tempat yang lebih dalam (Duc In Altum).
Beliau menjelaskan bahwa keterbukaan sikap Petrus yang mengizinkan perahunya digunakan oleh Yesus untuk mengajar orang banyak merupakan awal dari kemurahan berkah yang melimpah. Kegagalan menangkap ikan yang dialami sebelumnya seketika terbayar lunas ketika kepatuhan dan iman dipraktikkan tanpa ragu.
Membuka Hati di Tengah Keraguan dan Kegagalan
Dalam perjalanannya, tidak jarang manusia memilih untuk menutup diri dan merasa enggan memberikan ruang bagi keterlibatan Tuhan. Padahal, penyerahan diri secara penuh merupakan kunci utama dalam mengatasi rintangan, keraguan, maupun rasa kecewa.
”Terkadang kita menutup hati, tidak ‘mengizinkan’ Tuhan berkarya melalui diri kita. Belajar dari Petrus, izinkan Tuhan terlibat dalam hidupmu, maka kegagalan, kesedihan, kekecewaan akan berubah menjadi sukacita dan kesuksesan,” tutur Pastor Pius Heljanan, MSC.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak menuntut kesempurnaan fisik maupun kesiapan lahiriah yang muluk dari setiap pribadi sebelum Ia berkarya.
”Tuhan tidak menunggumu menjadi sempurna untuk dipakai-Nya, tapi Tuhan menunggu keterbukaan hatimu untuk menerima Dia terlibat dalam perjalanan perahu hidupmu. Bersama Tuhan semua akan menjadi mungkin dan hidupmu akan berkelimpahan berkat,” pungkas Pastor Pius Heljanan, MSC.
Editor: johanis kopong
(Sumber: Paroki Hati Kudus Yesus Lauran)












