Merawat Jiwa di Tengah Ketidakpastian Kematian: Pesan Manis dari Central Seminary Manila
pena.my.id | Manila – Sabtu, 11 Juli 2026
Rahmat Allah yang Tak Pernah Pudar
Di tengah dinamika kehidupan yang serba cepat dan kerap diwarnai ketidakpastian, kesetiaan batin menjadi nilai mendasar yang menopang keharmonisan jiwa manusia. Kesadaran akan keterbatasan diri dan pentingnya mensyukuri rahmat ilahi merupakan fundamen penting agar manusia tidak kehilangan arah dalam menjalani tugas harian.
Kehadiran Allah yang senantiasa menopang umat-Nya menjadi perenungan mendalam dalam ibadat dan refleksi rohani. Meskipun manusia tidak lepas dari kelemahan dan kerap jatuh ke dalam kesalahan, rahmat Tuhan diyakini senantiasa hadir untuk memberi kekuatan serta pemulihan.
”Pertama, Hendaklah kita selalu bersyukur karena Allah yang kita imani adalah Allah yang setia. Walaupun kita terkadang jatuh dalam dosa karena kelemahan kita tetapi Alah tidak pernah meninggalkan kita. RahmatNya selalu hadir untuk menguatkan dan menolong kita,” ungkap Pastor Mahasiswa di Central Seminary UST Manila – Filipina, RD. Domincs Baldawins Masriat, bertempat di Central Seminary UST Manila, Filipina pada Sabtu (11/7/2026).
Menjaga Kerendahan Hati dan Ucapan Syukur
Dalam pesannya, RD. Domincs Baldawins Masriat menekankan bahwa segala hal yang dimiliki manusia dalam hidup ini merupakan anugerah yang sepatutnya direspons dengan kebiasaan hidup rendah hati. Sikap jumawa atau menyombongkan kelebihan diri hanya akan meregangkan hubungan kasih antar sesama dan menjauhkan manusia dari esensi iman.
Lebih lanjut, kebaikan Tuhan sering kali mewujud secara nyata melalui kehadiran orang-orang di sekeliling kita. Rasa syukur tidak hanya dipanjatkan secara vertikal kepada Sang Pencipta, tetapi juga secara horisontal melalui apresiasi atas kepedulian sesama.
”Kedua, Segala sesuatu yang kita miliki adalah berkat dan karunia dari Allah sehingga hendaklah kita berusaha untuk selalu rendah hati dan jangan menyombongkan diri. Ketiga, hendaklah kita berusaha untuk selalu mengucapkan syukur atas kebaikan Tuhan melalui kehadiran sesama yang senantiasa membantu kita. Ingat selalu bahwa Allah selalu hadir melalui kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh sesama yang ada di sekitar kita,” jelas RD. Domincs Baldawins Masriat.
Kesetiaan Harian di Bawah Teladan Orang Kudus
Menghadapi kenyataan bahwa waktu dan masa depan—termasuk rahasia kematian—adalah hal yang misterius, manusia diimbau untuk tidak terjebak pada kecemasan berlebih. Kunci utama keberimanan justru terletak pada konsistensi menjalankan tanggung jawab kecil setiap hari dengan jujur dan benar, tanpa harus menuntut pencapaian spektakuler yang kasat mata.
Momentum Peringatan Wajib Santa Monika menjadi teladan nyata bagaimana ketekunan doa dan kesabaran seorang ibu mampu membawa transformasi rohani yang besar bagi keluarganya.
”Keempat, Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kematian itu akan datang. Oleh karena itu berusahalah agar menjaga jiwa dan raga kita untuk selalu berada dalam rahmat Tuhan. Berusaha untuk tetap setia dalam tugas dan tanggung jawab hidup kita setiap hari. Tidak perlu melakukan hal-hal yang spektakuler. Yang terpenting adalah tetap setia menjalani hidup kita dengan baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama. Memang tentunya tidak mudah. Sebab itu, mintalah selalu pertolongan dari Tuhan dan doa-doa Santa Maria, Santa Monika yang kita rayakan hari ini dan semua orang kudus,” pungkas RD. Domincs Baldawins Masriat. (Jk)














