“Semua Ini untuk Kristus, Raja Kita!”: Refleksi Legio Christi Menyambut Satu Abad Bunda Hati Kudus
https://lensa publik.my.id | Saumlaki, Rabu, 26 Agustus 2026 – Semangat pelayanan para anggota Legionaris of Christ atau Legio Christi, yang dikenal sebagai Pasukan Kristus, Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, terlihat dalam persiapan menyambut perayaan Yubileum Satu Abad atau 100 tahun masuknya para Suster Bunda Hati Kudus di bumi Duan Lolat.
Dedikasi itu tidak hanya tampak dalam persiapan liturgis dan kegiatan organisasi, tetapi juga melalui pekerjaan sederhana yang dilakukan dengan penuh ketulusan. Para anggota Legio Christi turut membersihkan Lapangan Bola Kaki Olilit yang dipersiapkan sebagai area parkir bagi kendaraan selama rangkaian perayaan yubileum.
Keringat, tenaga, dan waktu yang dicurahkan menjadi gambaran tentang iman yang tidak berhenti pada kata-kata, melainkan hadir dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Pelayanan sebagai Ibadat
Dalam refleksi iman yang disampaikan dalam kapasitas sebagai Ketua Legio Christi sekaligus Panglima Penasihat dalam persiapan perayaan bersejarah tersebut, pelayanan dimaknai bukan semata-mata sebagai tugas organisasi, melainkan sebagai bentuk persembahan kepada Kristus.
“Keringat dan Pelayanan Kami adalah Persembahan bagi Kristus Sang Raja.”
Refleksi itu menegaskan bahwa pekerjaan membersihkan lapangan dan menjaga keamanan memiliki makna rohani yang lebih dalam.
“Bagi kami, membersihkan lapangan dan menjaga keamanan bukan sekadar tugas fisik atau kewajiban organisasi. Ini adalah ‘liturgy of service’—ibadat pelayanan kami.”
Semangat tersebut berakar pada semboyan Legio Christi, “Adveniat Regnum Tuum”, yang berarti “Datanglah Kerajaan-Mu”.
Setiap pekerjaan sederhana dipandang sebagai bagian dari usaha menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah kehidupan umat.
“Sesuai dengan semboyan kami, ‘Adveniat Regnum Tuum’ (Datanglah Kerajaan-Mu), setiap rumput yang dicabut, setiap sudut yang dibersihkan, dan setiap keamanan yang dijaga adalah cara kami membuka jalan bagi datangnya Kerajaan Allah di tengah-tengah umat.”
Dipanggil Menjadi Pelayan Sejarah
Memasuki perayaan Yubileum Satu Abad kehadiran para Suster Bunda Hati Kudus di bumi Duan Lolat, umat diajak untuk melihat sejarah bukan hanya sebagai sesuatu yang dikenang, tetapi sebagai warisan iman yang harus terus dilanjutkan.
Semangat itu juga dikaitkan dengan mandat dan misi bersejarah Monsinyur Uskup Pertama Keuskupan Amboina.
“Mengikuti mandat dan misi bersejarah dari Monsinyur Uskup Pertama Keuskupan Amboina, kami melangkah dengan satu keyakinan:
Semua ini untuk Kristus, Raja Kita!”
Pesan tersebut kemudian diarahkan kepada seluruh anggota Legio Christi dan umat agar menjadikan momentum yubileum sebagai kesempatan memperbarui semangat pelayanan.
“Memasuki Yubileum 1 Abad masuknya para Suster BHK di bumi Duan Lolat, kami dipanggil untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi pelayan sejarah.”
Karena itu, pelayanan diharapkan dilakukan dengan sukacita, ketulusan, dan tanpa sungut-sungut.
“Kepada seluruh anggota Legio Christi dan seluruh umat: mari kita layani sesama dengan sukacita, tanpa sungut-sungut, dan dengan ketulusan hati.”
Adveniat Regnum Tuum dan Warisan Iman
Semboyan “Adveniat Regnum Tuum” menjadi pengingat bahwa menghadirkan Kerajaan Kristus tidak selalu dimulai dari pekerjaan besar. Ketertiban, kebersihan, keamanan, dan kesediaan membantu sesama merupakan bagian dari kesaksian iman yang konkret.
Dalam konteks perayaan satu abad kehadiran para Suster Bunda Hati Kudus, semangat pelayanan juga menjadi bagian dari upaya meneruskan warisan para perintis iman yang telah menanamkan kasih, pendidikan, dan pelayanan di tanah Tanimbar selama satu abad.
Warisan tersebut tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga menjadi panggilan bagi generasi sekarang untuk mengambil bagian dalam perjalanan Gereja.
Menjaga Perayaan dengan Semangat Ksatria Kristus
Bagi Legio Christi, semangat sebagai Pasukan Kristus juga diwujudkan melalui komitmen menjaga kesucian, ketertiban, keamanan, dan kelancaran seluruh rangkaian perayaan. Dengan demikian, umat diharapkan dapat mengikuti peribadatan dalam suasana tenang, aman, dan penuh sukacita.
Pelayanan yang dilakukan di lapangan, termasuk menyiapkan area parkir, pada akhirnya menjadi bagian kecil dari sebuah perayaan besar. Namun, di balik pekerjaan sederhana tersebut terdapat pesan iman bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam kehidupan Gereja sesuai dengan kemampuan dan panggilannya.
“Kerja keras kita hari ini adalah tempat parkir bagi kendaraan perayaan, namun lebih dari itu, ini adalah ungkapan kasih kita kepada Gereja dan Tuhan.”
Apresiasi pun disampaikan atas dedikasi para anggota Pasukan Kristus Legio Christi Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat yang mengambil bagian dalam persiapan tersebut.
Semoga setiap usaha, tenaga, dan pengorbanan seluruh panitia, Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, serta umat yang terlibat mendapat berkat Tuhan dalam menyongsong perayaan Yubileum 100 tahun kehadiran para Suster Bunda Hati Kudus di bumi Duan Lolat.
Pada akhirnya, seluruh pelayanan itu diarahkan kepada satu tujuan iman:
“Untuk Kristus Raja kita, jadilah!”
(Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi: RD Ponsianus Ongirwalu)














