Perpustakaan Lapas Narkotika Karang Intan Jadi Sarana Edukasi bagi Warga Binaan

Karang Intan, Lensapublik.my.id –

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memanfaatkan waktu di perpustakaan dengan membaca berbagai koleksi buku. Mereka membaca untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, sekaligus membangun kebiasaan belajar selama menjalani pembinaan, Rabu (09/09/2026).

Beragam koleksi yang tersedia memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menemukan informasi dan pengetahuan dari berbagai bidang. Aktivitas membaca juga membantu melatih konsentrasi, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta mendorong kebiasaan belajar yang dapat terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menyediakan perpustakaan sebagai salah satu ruang edukatif yang dapat dimanfaatkan warga binaan. Melalui kegiatan membaca, mereka dapat mengisi waktu secara produktif sekaligus memperkaya pengetahuan yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan membaca berlangsung di bawah pengawasan Anggota Regu Pengamanan, Ahmad Fazri Haekal. Ia memastikan aktivitas di perpustakaan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan sehingga warga binaan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan nyaman.

“Perpustakaan memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Kami memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus mendorong mereka memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk membaca dan menambah pengetahuan. Kebiasaan membaca ini baik untuk terus dikembangkan karena dapat memberikan manfaat selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ahmad Fazri Haekal.

Menurutnya, membaca dapat menjadi kegiatan sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang. Pengetahuan yang diperoleh dari buku dapat menambah wawasan dan membantu warga binaan mengembangkan cara berpikir serta minat belajar.

Salah satu warga binaan berinisial AM turut memanfaatkan waktu di perpustakaan untuk membaca. Ia menilai keberadaan perpustakaan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan baru.

“Di perpustakaan kami bisa memilih buku sesuai dengan minat dan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Membaca juga membuat waktu luang lebih bermanfaat. Saya berharap kebiasaan ini bisa terus saya lakukan sehingga menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap AM.

Kebiasaan membaca turut mendukung proses pembinaan dengan memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan diri secara mandiri. Selain memperoleh informasi, mereka dapat melatih konsentrasi, memperkaya wawasan, dan membangun kebiasaan menggunakan waktu secara produktif.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan memanfaatkan fasilitas pembinaan yang tersedia secara optimal. Perpustakaan menjadi salah satu sarana yang dapat mendukung proses belajar sekaligus memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan pengetahuan di luar kegiatan pembinaan lainnya.

Melalui kebiasaan membaca, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas. Wawasan yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun pola pikir yang lebih baik, mengembangkan potensi diri, serta mendukung proses reintegrasi di tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *