Pastor Pius Heljanan: Menjadi Murid Yesus Butuh Komitmen dan Kesetiaan
Lauran | lensapublik.my.id – Jumat, 6 November 2026 – Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat pada Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengajak umat Katolik untuk menjadi murid Yesus yang konsisten, setia, dan memiliki komitmen radikal dalam menjalani kehidupan iman.
Ajakan tersebut disampaikan melalui renungan rohani berdasarkan Injil Lukas 14:25-33, yang menekankan pentingnya menempatkan Yesus sebagai prioritas utama di atas segala kepentingan duniawi.
Tiga Syarat Menjadi Murid Yesus
Dalam renungannya, Pastor Pius menjelaskan bahwa Yesus menyampaikan tiga syarat utama bagi setiap orang yang ingin menjadi murid-Nya.
Pertama, mengasihi Yesus di atas segala sesuatu. Menurutnya, Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam membangun dan menjalani kehidupan, bukan keluarga, harta benda, kekuasaan, maupun kepentingan lainnya.
Kedua, memikul salib dan mengikuti Yesus. Menjadi murid Kristus berarti memiliki kesiapan untuk menghadapi penderitaan, penolakan, bahkan fitnah. Salib menjadi tanda cinta, kesetiaan, dan pengorbanan diri dalam menjalankan kehendak Allah.
Ketiga, melepaskan diri dari segala milik. Pastor Pius menegaskan bahwa setiap orang perlu berani melepaskan hal-hal yang dapat membatasi hubungan dan perjumpaannya dengan Tuhan.
Kesetiaan Iman Diuji dalam Situasi Sulit
Lebih lanjut, Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak hanya mengikuti Tuhan ketika berada dalam suasana sukacita, keberhasilan, dan kehidupan yang menyenangkan. Sebaliknya, kesetiaan kepada Tuhan juga harus tetap terpelihara ketika menghadapi pergumulan dan penderitaan.
“Jangan ikut Tuhan hanya di saat sukacita dan sukses, tetapi juga di saat pergumulan dan derita,” demikian pesan Pastor Pius dalam renungannya.
Ia juga mengajak umat untuk tetap memberikan tempat utama bagi Tuhan di dalam hati, sekalipun harus menjalani berbagai kesibukan dan tanggung jawab kehidupan sehari-hari.
“Dalam segala kesibukanmu, posisikan Tuhan di takhta utama hatimu, bukan harta, kekuasaan, relasi, dan lain-lain,” pesannya.
Komitmen Mengikuti Kristus
Melalui renungan tersebut, umat diajak untuk memahami bahwa menjadi murid Yesus bukan sekadar pengakuan iman, melainkan panggilan untuk menjalani kehidupan dengan kesetiaan, pengorbanan, dan komitmen yang sungguh-sungguh.
Pesan ini sekaligus menjadi refleksi bagi setiap umat agar tidak menjadikan kepentingan duniawi sebagai pusat kehidupan, tetapi senantiasa mengutamakan Tuhan dalam setiap keputusan, tindakan, dan perjalanan hidup.
(Editor: joko)
(Sumber: Renungan Pastor Pius Heljanan, MSC)














