Belajar dari Kerinduan Hati: Mengubah Kecemasan Menjadi Pertobatan Murni
LAURAN | https://lensa publik.my.id – Kamis, 24 September 2026. Di tengah ketenangan suasana desa yang asri, kehangatan pencerahan rohani senantiasa hadir menyapa umat. Pastor Pius Heljanan, MSC, sebagai Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, membagikan perenungan mendalam mengenai makna kerinduan hati dalam mencari kebenaran sejati.
Menyelami Motivasi Hati yang Murni
Dalam perjalanan hidup sehari-hari, kehadiran dan karya agung Tuhan sering kali menghadirkan rasa kagum yang luar biasa. Namun, motivasi seseorang dalam mencari dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta menjadi hal utama yang perlu direfleksikan kembali. Peristiwa sejarah kehidupan menunjukkan betapa berbedanya dorongan hati seseorang ketika berhadapan dengan kebenaran.
Pastor Pius Heljanan, MSC, menggarisbawahi kisah Raja Herodes yang merasa cemas dan gelisah saat mendengar kabar tentang mukjizat serta karya-karya besar yang terjadi di sekitarnya. Rasa takut tersebut timbul akibat perbuatan masa lalu, sehingga kerinduan Herodes untuk bertemu bukanlah didasari oleh keinginan tulus untuk memperbaiki diri.
”Saudaraku, Yesus hadir mewartakan kebenaran dengan penuh kuasa. Mujizat dilakukan membuat orang kagum. Herodes cemas dan takut,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC, mengingatkan pentingnya ketulusan niat.
Menjauhkan Kecemasan dengan Pertobatan
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa rasa tidak tenang, kecemasan, dan ketakutan dalam hidup sering kali berakar dari tindakan yang menyimpang dari kebaikan, seperti ketidakjujuran maupun prasangka buruk terhadap sesama. Meskipun demikian, kebenaran sejati tidak akan pernah dapat dibungkam oleh ketakutan apa pun.
Panggilan hidup manusia sejati adalah menyambut firman Tuhan dengan hati yang lapang dan bersahaja. Pertemuan dengan Sang Pencipta hendaknya bukan sekadar didorong oleh keinginan melihat hal-hal ajaib, melainkan niat yang tulus untuk mendengarkan petunjuk-Nya, bertobat, serta memulai lembaran hidup yang baru.
”Bila sudah jauh tersesat seperti Herodes, kembalilah bertemu Tuhan, bertobat dan mulailah hidup baru. Buanglah sifat Herodes dalam hatimu,” tutur Pastor Pius Heljanan, MSC, menutup perenungannya yang menyejukkan jiwa.
(Editor: johanis kopong)
(Sumber: Perenungan Kitab Suci Injil Lukas 9:7-9 oleh Pastor Pius Heljanan, MSC)












