Menjadi Keluarga Allah: Meneladani Ketaatan Bunda Maria dalam Langkah Hidup Sehari-hari

Pesan Suci dari Desa Lauran: Merawat Iman dan Merengkuh Kehendak-Nya di Bulan Kitab Suci

LAURAN | lensa publik.my.id – Selasa, 22 September 2026. Di tengah ketenangan dan kehangatan persaudaraan umat di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, terpatri sebuah renungan mendalam mengenai arti sejati dari sebuah keluarga di dalam kasih Tuhan. Melalui pelayanan kasih di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, ajakan untuk merenungkan kembali identitas iman senantiasa digaungkan demi menuntun langkah kehidupan sehari-hari.

Mendengarkan dan Melakukan Kehendak-Nya

​Bagi setiap pengikut Kristus, keberadaan sebagai anak-anak Allah tidak hanya berhenti pada rahmat pembaptisan semata. Keindahan iman justru terpancar ketika seseorang membangun kedekatan yang erat dan ketaatan yang tulus terhadap sabda-sabda Tuhan. Hal ini ditegaskan kembali oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, yang mengingatkan bahwa hakikat menjadi keluarga Allah terletak pada kesetiaan mendengarkan sekaligus melaksanakan kehendak-Nya.

​”Ibu dan saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC, memetik pesan suci dari Injil Lukas bab 8 ayat 19 sampai 21. Beliau menekankan bahwa kerap kali manusia merasa cukup hanya dengan rajin membaca atau mendengarkan firman Tuhan. Padahal, hal tersebut belumlah lengkap tanpa hadirnya wujud nyata dalam tindakan.

Paket Lengkap Murid Tuhan

​Menurut Pastor Pius Heljanan, MSC, keutuhan kehidupan seorang murid Kristus terletak pada penyelarasan antara pendengaran batin dan pengaplikasian dalam praksis hidup. Membaca Kitab Suci dan mendengarkan firman merupakan langkah awal, namun pengabdian yang sesungguhnya diuji melalui perbuatan nyata sehari-hari. Dalam konteks ini, Bunda Maria menjadi teladan beriman yang sejati serta prototipe sempurna dari keluarga Allah, karena kesetiaannya yang luar biasa dalam menyimpan firman dan mewujudkannya sepanjang hidupnya.

​Menutup renungannya, terlebih dalam momen Bulan Kitab Suci Nasional ini, Pastor Pius Heljanan, MSC, mengajak seluruh umat untuk senantiasa meluangkan waktu, tidak hanya untuk membaca dan mendengarkan firman Tuhan, tetapi juga mempraktikannya dalam kehidupan bersama. Sebab melalui ketaatan dan kasih yang diwujudnyatakan tersebut, setiap pribadi sungguh-sungguh dipanggil dan diakui sebagai bagian dari keluarga Allah.

​Editor: johanis kopong

(Sumber: Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *