Banjarmasin, Lensapublikmy.id –
Berawal dari bahan sederhana yang kerap dianggap sebagai limbah, batok kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kreativitas tersebut dikembangkan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin melalui kegiatan pembinaan kemandirian, Selasa (3/11).
Dalam kegiatan ini, Warga Binaan memanfaatkan batok kelapa sebagai bahan dasar pembuatan beragam kerajinan, seperti asbak rokok, tempat pulpen, kotak tisu, dan berbagai produk lainnya. Setiap produk dibuat dengan memperhatikan bentuk, kerapian, serta fungsi agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pengerjaan membutuhkan ketelitian dan kesabaran, mulai dari menyiapkan bahan, membentuk bagian-bagian kerajinan, hingga merangkainya menjadi produk yang siap digunakan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan juga belajar mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan sederhana menjadi barang yang lebih bermanfaat.
Kasi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong Warga Binaan agar mampu mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam mengolah bahan yang tersedia menjadi produk kerajinan. Harapannya, kemampuan tersebut dapat terus diasah sehingga memiliki nilai ekonomi dan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan setelah selesai mengikuti masa pembinaan,” ujarnya.
Secara terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk membekali Warga Binaan dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang tidak hanya dipelajari selama berada di Lapas, tetapi juga dapat dikembangkan ketika kembali ke tengah masyarakat. Pemanfaatan bahan sederhana seperti batok kelapa menjadi berbagai produk kerajinan merupakan salah satu bentuk kreativitas yang perlu terus didorong,” ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial Y mengaku senang dapat mempelajari cara mengolah batok kelapa menjadi berbagai barang yang memiliki fungsi.
“Awalnya saya tidak menyangka batok kelapa bisa dibuat menjadi banyak macam barang. Ternyata bisa dijadikan asbak, tempat pulpen, kotak tisu, dan lainnya. Prosesnya memang perlu ketelitian, tetapi saya senang bisa belajar membuat sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, batok kelapa tidak lagi sekadar menjadi sisa bahan yang tidak terpakai. Dengan kreativitas dan keterampilan, bahan sederhana tersebut dapat diolah menjadi produk kerajinan yang bermanfaat sekaligus membuka peluang usaha bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)














