Banjarmasin, Lensapublikmy.id –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memanen sebanyak 35 kilogram ikan gurami dari kolam budidaya perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Senin (26/10). Ikan yang telah mencapai umur panen delapan bulan tersebut merupakan hasil kegiatan pembinaan kemandirian yang melibatkan warga binaan.
Proses panen dilaksanakan dengan didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja serta petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Riyan Ramadhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan sektor perikanan di SAE 2 sekaligus memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mempraktikkan keterampilan budidaya ikan.
Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja menjelaskan bahwa budidaya ikan gurami membutuhkan pemeliharaan yang konsisten, mulai dari pemberian pakan hingga pemantauan kondisi kolam. Panen setelah delapan bulan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi warga binaan dalam memahami tahapan budidaya perikanan.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar menjalankan budidaya ikan secara bertahap, mulai dari pemeliharaan hingga panen. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan usaha perikanan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujarnya.
Secara terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pengembangan budidaya perikanan merupakan salah satu upaya Lapas dalam memperkuat program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami terus mendorong pengembangan kegiatan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui budidaya perikanan di SAE 2, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Lapas,” tegas Akhmad.
Salah seorang warga binaan berinisial Y mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam budidaya ikan gurami memberikan pengalaman baru dalam memahami proses pemeliharaan hingga panen.
“Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa budidaya ikan membutuhkan ketekunan dan perhatian dalam perawatannya. Saya senang bisa ikut terlibat sampai tahap panen dan berharap keterampilan ini nantinya bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan budidaya ikan gurami ini, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan program pembinaan kemandirian di bidang perikanan sebagai sarana pembelajaran dan penguatan keterampilan bagi warga binaan. (Humas Lapas Banjarmasin)














