Lapas Banjarmasin Dorong Perubahan Positif Warga Binaan melalui Pembinaan Keagamaan Dalail

Banjarmasin, Lensapublikmy.id-

Lantunan selawat dan pembacaan Dalail menjadi bagian dari ikhtiar warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dalam memperkuat keimanan dan menata diri selama menjalani masa pembinaan. Melalui amaliah keagamaan ini, warga binaan diajak mengisi waktu dengan kegiatan positif sekaligus memperdalam kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, Rabu (28/10).

Dalail tidak sekadar menjadi rangkaian bacaan keagamaan, tetapi juga sarana untuk membangun kebiasaan beribadah, melatih ketekunan, dan menghadirkan ketenangan batin. Di tengah rutinitas kehidupan di dalam lapas, kegiatan ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan memperkuat tekad menjalani perubahan ke arah yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Melalui kegiatan seperti Dalail, warga binaan diharapkan memiliki landasan spiritual yang kuat sebagai bekal memperbaiki diri.

“Pembinaan keagamaan terus kami dorong agar warga binaan memiliki pegangan hidup yang baik. Kami berharap nilai-nilai yang mereka pelajari melalui ibadah dapat tertanam dalam diri, tercermin dalam perilaku sehari-hari, dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah keluarga serta masyarakat,” ujar Kalapas.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menjelaskan bahwa kegiatan Dalail menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian untuk membiasakan warga binaan menjalani aktivitas yang bernilai positif.

“Kami berharap warga binaan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengambil hikmah dari setiap amaliah yang dilakukan. Bukan hanya membaca, tetapi juga berusaha memahami maknanya serta menerapkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Bagi JK, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, Dalail menjadi kesempatan untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kalau ikut Dalail, hati terasa lebih tenang. Saya bisa lebih banyak berdoa dan mengingat Allah. Semoga saya bisa terus memperbaiki diri dan menjadi orang yang lebih baik ke depannya,” tutur JK.

Melalui kegiatan Dalail, Lapas Banjarmasin berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga penguatan nilai spiritual. Harapannya, kebiasaan baik yang tumbuh selama masa pembinaan dapat terus dijaga dan menjadi bagian dari perjalanan warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *