Pastor Pius Heljanan MSC Ajak Umat Jadikan Hati sebagai Bait Allah yang Hidup
La uran | lensapublik.my.id – Senin, 9 November 2026 – Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengajak umat beriman untuk senantiasa menjaga kesucian hati sebagai tempat berdiamnya Allah.
Pesan rohani tersebut mengangkat tema “Bersatu dengan Yesus, Pedagang di Bait Allah Hatimu Dilenyapkan”, yang mengajak umat merenungkan kembali makna kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Yesus Menghendaki Hati yang Bersih
Berangkat dari sabda Yesus dalam Injil Yohanes 2:13-22, “Jangan jadikan rumah Bapa-Ku tempat berjualan,” umat diajak memahami ketegasan Yesus ketika mengusir para pedagang dari halaman Bait Allah.
Menurut Pastor Pius, rumah Tuhan bukan sekadar bangunan gereja sebagai tempat berkumpulnya umat beriman, melainkan juga mengingatkan setiap orang akan panggilan untuk menjaga gereja yang hidup, yakni tubuh dan hati manusia sebagai tempat Allah bertahta.
Setiap murid Tuhan dipanggil untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan iman dalam dirinya. Karena itu, persatuan dengan Yesus sebagai Bait Allah sejati menjadi hal penting agar setiap orang senantiasa mengalami perjumpaan dengan Allah Bapa.
Singkirkan Kebencian dan Keserakahan dari Hati
Dalam refleksinya, Pastor Pius mengingatkan bahwa terkadang Allah tidak mendapat tempat dalam hati manusia karena hati telah dipenuhi berbagai kepentingan dan sikap yang menjauhkan seseorang dari kehendak-Nya.
Hal-hal tersebut diibaratkan sebagai “pedagang” yang melakukan transaksi dalam Bait Allah, seperti kebencian, dendam, iri hati, keserakahan, kesombongan, cinta uang, serta perpecahan.
Berbagai sikap tersebut perlu disingkirkan agar hati manusia kembali menjadi tempat yang layak bagi kehadiran Tuhan.
Jadikan Kasih dan Pengampunan sebagai Dasar Hidup
Lebih lanjut, umat diajak untuk terus berpaut kepada Yesus agar segala hal yang mengotori hati dapat digantikan dengan nilai-nilai kehidupan Kristiani.
Nilai-nilai itu antara lain kasih, pengampunan, persaudaraan, persekutuan, serta pelayanan yang tulus kepada sesama.
Pesan ini sekaligus menjadi ajakan agar umat tidak hanya menjaga kesucian rumah Tuhan secara fisik, tetapi juga memperhatikan kehidupan batin dan perilaku sehari-hari.
Sebagai penegasan atas refleksi tersebut, Pastor Pius menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: “Jaga hatimu karena Tuhan tinggal di dalamnya.”
Melalui permenungan Injil Yohanes 2:13-22 ini, umat diharapkan semakin menyadari bahwa hati manusia merupakan tempat yang harus senantiasa dijaga, dibersihkan, dan dipenuhi kasih Tuhan.
(Editor: joko)
(Sumber: Pastor Pius Heljanan, MSC, Pastor Umat Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran)














