Merendahkan Diri untuk Menjadi Besar: Cermin Kasih Padre Pio dalam Senyum 51 Anak Olilit Barat

​

​Cahaya Pagi di Olilit Barat: Saat Sabda Lukas Merangkul Sukacita Anak-Anak Panti dan Pelajar

​OLILIT BARAT | https://lensapublik.my.id – Suasana khidmat Misa Harian dan Novena Hari ke-8 Santo Padre Pio masih membekas hangat di dalam dada. Di tengah kesederhanaan pagi, Sabda Tuhan melalui Injil Lukas (9:46-50) menyapa setiap jiwa yang hadir: siapa yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar. Pada Senin, 28 September 2026, pesan mendalam bernapaskan permenungan “Menjadi Besar dengan Merendahkan Diri” tersebut tidak berhenti sebagai wacana permenungan semata, melainkan menjelma dalam tindakan nyata berbagi kasih kepada 51 anak hebat yang setia melayani.

​Cahaya Kasih di Pagi Hari

​Usai perayaan ekaristi, kehangatan tampak nyata di pelataran gereja. Satu per satu anak-anak mendapat sapaan dan pelukan kasih. Di antaranya adalah Anggi Belai, siswi SMA Kristen utusan Rukun Santo Paulus yang bertugas sebagai lektor pagi itu. Usai menunaikan tugas mimbar sabda dengan penuh ketulusan, Anggi menerima perhatian kasih berupa sekadar bantuan uang jajan dan transportasi dari Pastor Paroki, agar ia dapat melanjutkan langkahnya menuju sekolah dengan penuh sukacita.

​Tak hanya Anggi, ketulusan suara anak-anak tingkat SD, SMP, hingga SMK yang memadahkan mazmur pujian juga mendapat sentuhan apresiasi. Senyum bahagia pun mengembang di wajah anak-anak panti asuhan saat uluran tangan gereja menyapa mereka. Perhatian kecil ini hadir sebagai pengingat hangat bahwa keberadaan mereka senantiasa dicintai, dirangkul, dan diakui oleh segenap umat.

​Pesan dan Nasihat Pastor Paroki

​Di hadapan anak-anak hebat yang memenuhi halaman paroki, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, menyampaikan petuah penuh kehangatan dan kerendahan hati.

​“Bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa, namun biarlah ini menjadi bentuk perhatian kecil untuk meringankan beban orang tua kalian hari ini,” tutur Pastor Ponsianus di hadapan anak-anak.

​Beliau juga berpesan agar keteladanan iman senantiasa menyertai setiap langkah tumbuh kembang anak-anak tersebut dalam menuntut ilmu.

​“Ingatlah inspirasi Injil dan keteladanan Santo Padre Pio hari ini: untuk menjadi besar, kita harus belajar merendahkan diri dan melayani dengan tulus. Tetaplah bersemangat, rajin belajar, dan kejar masa depan kalian dengan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah,” tambahnya menyejukkan hati.

​Setitik kasih yang dibagikan dengan rendah hati di pagi yang syahdu itu menjelma menjadi berkah berlimpah bagi masa depan anak-anak Tanimbar.

​Salve. Ratu Norkit Monuk Dedesar. Ubilaa Norang Ita Didtinemun. Kidabela. Syalom. Salve.

​(Editor: johanis kopong)

(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu – Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *