lensapublik.my.id | Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Rabu, 5 Agustus 2026 – Di tengah kehidupan yang sering diwarnai berbagai tantangan, penolakan, dan perbedaan status sosial, kekayaan maupun kedudukan, iman yang kokoh kepada Tuhan tetap menjadi fondasi yang menghadirkan harapan.
Pesan inilah yang disampaikan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melalui refleksi rohaninya yang mengangkat tema “Iman Sejati Melahirkan Mujizat dalam Hidup.”
Mengacu pada Injil Matius 15:21–28, Pastor Pius mengajak umat merenungkan kisah seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus dengan hati yang penuh iman demi memohon kesembuhan bagi anaknya yang kerasukan setan.
Meski berasal dari bangsa yang pada masa itu dipandang rendah oleh orang Yahudi, perempuan tersebut tidak menyerah. Ia tetap bertahan dalam keyakinannya bahwa Yesus adalah sumber pertolongan dan keselamatan.
Pastor Pius mengutip sabda Yesus kepada perempuan itu, “Hai ibu, sungguh besar imanmu!” Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Tuhan tidak memandang seseorang berdasarkan asal-usul, status sosial, maupun kekayaan, melainkan melihat ketulusan iman yang hidup di dalam hati setiap orang.
Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari tidak sedikit orang mengalami penolakan, diremehkan, atau diabaikan karena perbedaan status sosial, harta, jabatan, maupun latar belakang lainnya. Namun, keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan pengharapan kepada Tuhan.
“Mungkin orang meremehkan, menolak dan mengabaikanmu atau keluargamu karena beda status sosial, harta, pangkat dan lain-lain. Jangan sedih dan putus asa. Imanmu yang teguh pada Yesus membuatmu berharga di hadapan-Nya,” tulis Pastor Pius dalam refleksinya.
Menurutnya, iman yang sejati bukan hanya menguatkan pribadi yang percaya, tetapi juga menjadi jalan bagi hadirnya perubahan dalam kehidupan orang lain. Ketika seseorang tetap setia berharap kepada Tuhan, kasih Allah akan bekerja melampaui segala keterbatasan manusia.
Pastor Pius juga mengingatkan bahwa kasih Allah tidak pernah dibatasi oleh suku, agama, ras, maupun perbedaan latar belakang. Kisah perempuan Kanaan menjadi bukti bahwa setiap orang yang datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus akan memperoleh perhatian dan kasih-Nya.
“Iman itulah yang mengubah hidupmu dan hidup sesama. Allah bertindak penuh kasih melampaui ikatan suku, agama, ras, dan lain-lain. Tuhan butuh darimu iman yang sungguh pada-Nya,” ungkap Pastor Pius.
Melalui refleksi tersebut, Pastor Pius mengajak umat untuk tetap memelihara iman yang teguh di tengah berbagai pergumulan hidup.
Sebagaimana perempuan Kanaan yang memperoleh jawaban atas doanya, setiap orang diajak untuk percaya bahwa Tuhan senantiasa bekerja menurut waktu dan kehendak-Nya.
Iman yang tulus, disertai ketekunan dan pengharapan, akan menjadi jalan bagi hadirnya pertolongan serta mujizat dalam kehidupan. (Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC)












