Bapas Saumlaki Perkuat Komitmen Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung

http://lensapublik.com | Saumlaki – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui langkah-langkah nyata di lingkungan instansi. Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki dengan melaksanakan penanaman jagung di lahan produktif yang berada di sekitar kantor, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bapas Saumlaki dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong agar memiliki nilai produktif, sekaligus mendukung salah satu program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Penanaman jagung dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Martina Ch. Solilit, dan diikuti seluruh jajaran pegawai.
Suasana kebersamaan begitu terasa ketika seluruh pegawai bergotong royong membersihkan lahan, menyiapkan media tanam, menanam bibit jagung, hingga memastikan kondisi lahan siap mendukung pertumbuhan tanaman sampai memasuki masa panen.

Kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menjadi ruang membangun kekompakan, memperkuat kerja sama, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan kerja.

Wujud Dukungan terhadap Program Nasional
Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Martina Ch. Solilit, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan produktif merupakan bentuk kontribusi nyata institusinya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Pemanfaatan lahan produktif ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menunjukkan bahwa setiap instansi dapat berperan aktif dalam mewujudkan kemandirian pangan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong di lingkungan kerja,” ujar Martina Ch. Solilit.

Menurutnya, setiap institusi pemerintah memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Komitmen Berkelanjutan
Martina menjelaskan bahwa penanaman jagung bukanlah kegiatan yang bersifat seremonial semata. Program tersebut telah menjadi agenda berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Bapas Saumlaki dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Penanaman jagung merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Bapas Saumlaki dalam mendukung program pemerintah. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat sinergi dan kekompakan seluruh pegawai,” katanya.

Ke depan, tanaman jagung yang telah ditanam akan dirawat secara berkala agar dapat tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen. Perawatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas lahan sekaligus memastikan hasil yang optimal.

Membangun Kepedulian dari Lingkungan Kerja
Selain menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan, pemanfaatan lahan produktif juga menjadi media pembelajaran bagi seluruh pegawai mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan kerja sendiri.

Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan ini, Bapas Kelas II Saumlaki menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi pembimbingan kemasyarakatan, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program nasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan ketahanan pangan Indonesia.

Semangat gotong royong yang tumbuh dari setiap proses penanaman menjadi cerminan bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.

Dari sebidang lahan produktif di lingkungan Bapas Saumlaki, lahir kontribusi nyata yang diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi masa depan.(rls:bapastanimbar/jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *