Pastor Pius Heljanan MSC: Mujizat Datang bagi Hati yang Percaya

http://http://lensapublik.my.id | Saumlaki – Di tengah kehidupan yang dipenuhi berbagai pergumulan, ketakutan, dan ketidakpastian, iman yang disertai kerendahan hati menjadi pintu masuk bagi seseorang untuk mengalami karya Allah.

Pesan itulah yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan harian, Jumat (26/6/2026).

Mengangkat bacaan Injil Matius 8:1-4, Pastor Pius mengajak umat merenungkan perjumpaan Yesus dengan seorang penderita kusta. Di tengah keterasingan akibat penyakit yang dideritanya, orang itu tidak datang dengan tuntutan, melainkan dengan iman dan kerendahan hati.

“Jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku,” demikian doa sederhana yang dipanjatkan orang kusta kepada Yesus.
Menurut Pastor Pius, kalimat singkat tersebut mencerminkan iman yang utuh, yakni keyakinan bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, sekaligus penyerahan penuh kepada kehendak-Nya.

“Yesus didatangi orang kusta. Dengan penuh iman dan rendah hati ia memohon disembuhkan. Yesus menjamahnya penuh kasih, lalu ia menjadi tahir,” ujar Pastor Pius.

Ia menegaskan, tidak ada persoalan yang terlalu berat bagi Yesus. Kuasa-Nya tidak hanya memulihkan tubuh yang sakit, tetapi juga menyembuhkan luka batin dan memulihkan kehidupan rohani seseorang.

“Di hadapan Yesus tidak ada penyakit atau pergumulan yang terlalu besar dan tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni. Yesus tidak hanya menyembuhkan sakit fisik, tetapi juga psikis dan rohani,” tuturnya.

Pastor Pius mengajak setiap orang yang sedang bergumul dengan ketakutan, beban hidup, atau merasa tersisih dari lingkungan untuk tidak kehilangan harapan. Jalan menuju pemulihan, katanya, dimulai dengan datang kepada Kristus dalam iman dan kerendahan hati.

“Berdoalah seperti orang kusta: ‘Jika Tuan mau’, maka percayalah mujizat akan kamu alami,” pesannya.

Lebih lanjut, Pastor Pius menegaskan bahwa mujizat bukan sekadar tentang kesembuhan fisik. Mujizat sejati adalah ketika seseorang mengalami sentuhan kasih Allah yang mengubah hidupnya, memulihkan harapan, dan menguatkan iman di tengah setiap tantangan.

“Bila saat ini kamu merasa dikuasai ketakutan, terbebani pergumulan, merasa terasing dalam hidup bersama; datangi Yesus, sampaikan permohonanmu dengan rendah hati. Yesus akan memulihkan hidupmu,” tutup Pastor Pius Heljanan MSC.
Pewarta: joko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *