Banjarmasin, Lensapublikmy.id –
Kemampuan membaca Al-Qur’an terus ditingkatkan melalui pembinaan kepribadian bidang keagamaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin, kegiatan tahsin dilaksanakan dengan melibatkan 10 penyuluh agama yang memberikan bimbingan kepada Warga Binaan, Rabu (4/11).
Pembelajaran dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil atau halaqah dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta. Warga Binaan yang telah menyelesaikan pembelajaran Iqra mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an, sedangkan peserta yang masih dalam tahap awal diberikan pembelajaran menggunakan buku Iqra.
Salah satu penyuluh agama, Ustaz Khairul Amin, S.H.I., memberikan pendampingan kepada kelompok Warga Binaan yang masih belajar menggunakan buku Iqra Jilid 2 dan Jilid 4.
Pada Iqra Jilid 2, materi pembelajaran mencakup pengenalan huruf hijaiyah, perubahan bentuk huruf, serta cara membaca huruf yang telah disambung. Sementara itu, pada Iqra Jilid 4, peserta mempelajari bacaan tanwin dan cara membaca huruf yang dimatikan.
Ustaz Khairul Amin menjelaskan bahwa pembagian kelompok berdasarkan tingkat kemampuan bertujuan agar setiap Warga Binaan mendapatkan materi yang sesuai dengan tahap pembelajarannya.
“Tidak semua peserta memiliki kemampuan membaca yang sama. Ada yang sudah menyelesaikan Iqra dan mulai belajar membaca Al-Qur’an, ada juga yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah. Karena itu, pembelajaran kami sesuaikan agar mereka bisa memahami materi secara bertahap dan memperbaiki bacaannya,” jelasnya.
Kasubsi Bimkemaswat, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kemenag Kota Banjarmasin menjadi salah satu upaya memperkuat pembinaan kepribadian bidang keagamaan di Lapas Banjarmasin.
“Dengan melibatkan 10 penyuluh agama, pembelajaran dapat dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil sehingga pendampingan lebih terarah. Kami berharap Warga Binaan yang belum lancar membaca Iqra dapat terus berkembang hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkapnya.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi sinergi dengan Kemenag Kota Banjarmasin dalam mendukung pembinaan rohani bagi Warga Binaan. Menurutnya, pembelajaran agama menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan perbaikan diri.
“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Warga Binaan untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. Tidak menjadi persoalan jika harus memulai dari pengenalan huruf hijaiyah, karena setiap proses membutuhkan tahapan. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” tutur Kalapas.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial R yang masih belajar menggunakan buku Iqra mengaku senang mendapatkan bimbingan secara langsung dari penyuluh agama. Ia merasa terbantu karena dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan memahami kembali dasar-dasar membaca Al-Qur’an.
“Dulu saya belum terlalu memahami cara membaca huruf hijaiyah yang disambung. Sekarang belajar lagi dari Iqra dan dibimbing langsung oleh ustaz. Memang harus pelan-pelan, tetapi saya senang karena bisa belajar dan mudah-mudahan nanti bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar,” ungkap R.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelompok dan berkelanjutan, Lapas Banjarmasin terus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperkuat keimanan, serta membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)














