Banjarmasin, Lensapublikmy.id –
Ketekunan dalam merawat ikan menjadi bagian dari proses pembelajaran pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Sebanyak 710 ekor ikan lele yang dibudidayakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) terus mendapatkan perawatan, salah satunya melalui pemberian pakan secara rutin, Kamis (5/11).
Kegiatan pemberian pakan dilakukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi ikan terpenuhi sehingga pertumbuhan dapat berlangsung dengan baik. Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan ini belajar memperhatikan jumlah pakan dan pola pemberian yang sesuai dengan kebutuhan ikan.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Noval Gibran Fatah, turut mendampingi kegiatan tersebut dengan memberikan arahan mengenai teknis pemberian pakan. Pendampingan dilakukan agar Warga Binaan memahami pentingnya keteraturan dalam pemeliharaan ikan lele.
“Pemberian pakan perlu dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kebutuhan ikan. Kami juga mengarahkan agar pakan diberikan secukupnya sehingga tidak banyak tersisa dan mencemari air kolam. Kondisi kolam juga harus tetap diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan ikan,” jelas Noval.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa pembinaan bidang perikanan dilaksanakan melalui praktik langsung agar Warga Binaan memahami tahapan pemeliharaan ikan, termasuk pengaturan pemberian pakan.
“Kami memberikan pendampingan secara bertahap agar Warga Binaan memahami teknis budidaya lele, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, hingga pemantauan pertumbuhan ikan. Dengan keterlibatan langsung, mereka diharapkan memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian bidang perikanan merupakan salah satu upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki potensi ekonomi.
“Kami ingin kegiatan pembinaan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Melalui budidaya ikan lele, mereka belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, dan keterampilan usaha. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Salah seorang Warga Binaan, Joko (nama samaran), mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan budidaya lele tersebut. Ia merasa kegiatan ini mengajarkannya untuk lebih telaten dan bertanggung jawab dalam merawat ikan.
“Setiap hari kami belajar memberi pakan dan memperhatikan kondisi ikan. Ternyata merawat lele tidak sekadar memberi makan, tetapi juga harus memperhatikan kebersihan dan kondisi kolam. Saya senang bisa mendapatkan keterampilan seperti ini,” ungkapnya.
Melalui pemeliharaan 710 ekor ikan lele di SAE, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif. Dari kegiatan sederhana seperti pemberian pakan, Warga Binaan belajar membangun keterampilan dan menumbuhkan peluang untuk masa depan yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)














