Banjarmasin, Lensapublikmy.id –
Produktivitas ayam petelur tidak hanya ditentukan oleh pemberian pakan, tetapi juga melalui perawatan rutin yang memperhatikan kondisi kesehatan dan kebersihan kandang. Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin melalui pengelolaan peternakan ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Kamis (5/11).
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan melakukan perawatan ayam petelur dengan memperhatikan kondisi ternak, ketersediaan pakan dan air minum, serta kebersihan lingkungan kandang. Perawatan secara berkala diperlukan untuk menjaga kesehatan ayam sekaligus mendukung produktivitas telur.
Kegiatan ini didampingi Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Yoga Primajaya, yang memberikan arahan mengenai tata cara pemeliharaan ayam petelur agar tetap sehat dan produktif.
Yoga Primajaya menjelaskan bahwa perawatan ayam petelur membutuhkan perhatian secara konsisten, mulai dari memastikan kebutuhan pakan hingga menjaga kondisi kandang.
“Perawatan harus dilakukan secara rutin karena kondisi ayam sangat berpengaruh terhadap produktivitas telur. Kami mengarahkan Warga Binaan untuk memperhatikan kebutuhan pakan dan air minum, menjaga kebersihan kandang, serta mengamati kondisi ayam agar jika ditemukan gangguan kesehatan dapat segera ditangani,” jelasnya.
Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa kegiatan peternakan ayam petelur menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan di bidang peternakan sekaligus memahami pengelolaan usaha produktif.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar memelihara ayam, tetapi juga memahami proses pengelolaan peternakan yang membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat dan peluang ekonomi bagi Warga Binaan.
“Kami ingin kegiatan pembinaan seperti peternakan ayam petelur ini memberikan pengalaman nyata bagi Warga Binaan. Selain memperoleh keterampilan, mereka juga belajar bertanggung jawab dalam mengelola ternak dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Kalapas.
Melalui kegiatan peternakan di SAE 1, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Perawatan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung hasil produksi telur. (Humas Lapas Banjarmasin)














