Warga Binaan Lapas Banjarmasin Praktik Penanaman Pakcoy Menggunakan Sistem Hidroponik

Banjarmasin, Lensapublikmy.id –

Budidaya tanaman pakcoy di Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus dikembangkan melalui pemanfaatan instalasi hidroponik. Salah satu tahap penting dalam proses tersebut dilakukan dengan memindahkan bibit pakcoy dari media penyemaian ke instalasi tanam, Rabu (4/11).

Dalam kegiatan ini, Warga Binaan terlibat langsung memindahkan bibit satu per satu ke lubang tanam pada instalasi hidroponik. Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati agar akar dan batang bibit tetap terjaga sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan media tanam yang baru.

Kegiatan tersebut didampingi Petugas Kegiatan Kerja (Giatja), Riyan Ramadhan, yang memberikan arahan teknis mengenai proses pemindahan bibit dan penempatan tanaman pada instalasi hidroponik.

Riyan menjelaskan bahwa pemindahan bibit merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya hidroponik. Penanganan yang tepat diperlukan agar bibit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik setelah dipindahkan.

“Pada tahap ini, bibit harus dipindahkan secara hati-hati agar bagian akar tidak rusak. Setelah ditempatkan pada instalasi hidroponik, tanaman juga perlu dipantau dan dirawat secara rutin agar pertumbuhannya optimal,” jelasnya.

Kasi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian hidroponik menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan.

“Kami terus mengembangkan kegiatan pertanian dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Melalui hidroponik, Warga Binaan dapat mempelajari teknik budidaya tanaman yang lebih modern, mulai dari penyemaian hingga pemeliharaan dan panen,” ungkapnya.

Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat dan pengalaman yang dapat diterapkan oleh Warga Binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami berharap keterampilan yang dipelajari melalui kegiatan ini tidak berhenti selama berada di dalam lapas. Pengetahuan tentang pertanian hidroponik dapat menjadi salah satu bekal bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kegiatan produktif dan membuka peluang usaha ketika kembali ke masyarakat,” tutur Kalapas.

Sementara itu, Warga Binaan berinisial B mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses penanaman pakcoy menggunakan sistem hidroponik.

“Senang bisa belajar hal baru. Kami jadi tahu bagaimana memindahkan bibit dan menempatkannya di instalasi hidroponik. Nanti kami juga ikut merawat sampai waktunya panen,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Tidak hanya menghasilkan tanaman produktif, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *