Banjarmasin, Lensapublikmy.id –
Proses penyelesaian fasilitas pendukung dapur Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus berjalan. Salah satunya melalui pemasangan kipas (fan) pada perangkat kitchen hood yang nantinya digunakan untuk menunjang operasional dapur, Senin (2/11).
Pemasangan kipas menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian perangkat kitchen hood. Perangkat ini dipersiapkan untuk membantu mengalirkan asap, uap, dan udara panas yang dihasilkan selama proses memasak sehingga kondisi udara di area dapur dapat lebih terjaga.
Pengerjaan kitchen hood melibatkan Warga Binaan yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan dan pengerjaan teknis. Melalui keterlibatan tersebut, proses penyelesaian fasilitas dapur juga menjadi bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja secara langsung.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa pembuatan dan penyelesaian kitchen hood merupakan salah satu bentuk pemanfaatan keterampilan Warga Binaan untuk mendukung kebutuhan fasilitas di lingkungan Lapas.
“Pemasangan kipas ini menjadi bagian dari penyelesaian kitchen hood agar nantinya dapat berfungsi sesuai kebutuhan dapur. Kami juga melibatkan Warga Binaan dalam proses pengerjaannya sehingga keterampilan yang mereka miliki dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas pendukung dapur menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana operasional Lapas. Ia juga mengapresiasi keterlibatan Warga Binaan dalam proses pengerjaan tersebut.
“Kami berupaya memastikan fasilitas pendukung operasional Lapas dapat terpenuhi dengan baik. Keterlibatan Warga Binaan dalam pembuatan kitchen hood juga menjadi bentuk pembinaan produktif, karena keterampilan yang mereka miliki dapat menghasilkan karya yang memberikan manfaat langsung,” tutur Kalapas.
Sementara itu, Warga Binaan berinisial R yang terlibat dalam pengerjaan kitchen hood mengaku mendapatkan pengalaman sekaligus kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis yang dimilikinya.
“Senang bisa ikut mengerjakan kitchen hood ini. Kami belajar dari proses pembuatannya sampai pemasangan kipas. Harapannya, nanti bisa berfungsi dengan baik dan membantu pekerjaan di dapur,” ungkap R.
Melalui pengerjaan fasilitas ini, Lapas Banjarmasin terus mengoptimalkan kegiatan kerja yang tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat bagi kebutuhan internal, tetapi juga memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengasah keterampilan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)














