Mengabdi Tanpa Sekat Kemanusiaan: GPM Sejahtera dan RSUD dr. P.P. Magretti Bersinergi Atasi Kelangkaan Stok Darah di Tanimbar
Kepulauan Tanimbar | lensapublik.my.id – Rabu, 23 September 2026. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Wadah Pelayanan Laki-Laki Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Sejahtera diisi dengan aksi kemanusiaan yang mendalam. Berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kelurahan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, panitia menyelenggarakan bakti sosial donor darah sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama yang membutuhkan pasokan darah di wilayah tersebut.
Dimensi Ibadah Sosial dan Manifestasi Rasa Syukur
Ketua Majelis Jemaat GPM Sejahtera, Pendeta Erwin Mairuhu, S.Si., menegaskan bahwa gereja memiliki panggilan moral untuk tidak sekadar berfokus pada aktivitas ritualistik semata, melainkan juga harus hadir secara konkrit di tengah dinamika dan pergumulan sosial masyarakat.
”Kami mengusung tema bersyukur dan jangan melupakan Tuhan. Salah satu cara kita bersyukur adalah dengan mengakui bahwa kehidupan ini milik Tuhan. Memberikan donor darah adalah bagian dari cara kita membagikan kehidupan kepada orang lain yang membutuhkan,” ujar Pdt. Erwin Mairuhu saat diwawancarai.
Kepekaan Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Masyarakat
Beliau juga mengapresiasi kepekaan para anggota Wadah Pelayanan Laki-Laki GPM yang mampu melihat ruang pelayanan dari sudut pandang kemanusiaan universal. Menanggapi persoalan teknis dan keberlanjutan program, pihak gereja berkomitmen untuk terus membuka diri dan membangun kolaborasi bersama pemerintah serta instansi kesehatan setempat. Langkah ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tidak ragu mendonasikan darahnya. Dalam aksi tersebut, panitia berhasil mengumpulkan sedikitnya 16 kantong darah dari berbagai variasi golongan darah sebagai kontribusi awal.
”Gereja bukan hanya sebatas lembaga atau komunitas yang terbatas pada ritual semata, tetapi mesti terbuka terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan kebersamaan. Saatnya kita bersyukur bukan hanya dengan kata, tetapi dengan hati,” tambahnya.

Sinergi Medis dan Penanganan Kelangkaan Stok Darah
Dari kacamata medis, Kepala Instalasi Laboratorium RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki, dr. Lambu Henderika Da Costa, Sp.PK., menyampaikan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat tinggi, mencapai kurang lebih 60 kantong per bulan. Kondisi ini sering kali diperberat oleh minimnya ketersediaan golongan darah O serta banyaknya pasien rujukan dari daerah pedalaman yang membutuhkan transfusi cepat.
”Kebutuhan darah O di rumah sakit sering kali kosong. Dua minggu lalu kami mendapat 10 kantong, namun dalam waktu dua hingga tiga hari sudah habis karena pasien dari kampung-kampung datang dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah. Karena itu, melalui aksi sosial ini, kami menargetkan bisa membawa pulang hingga 40 kantong darah,” ungkap dr. Lambu Henderika Da Costa.
Prosedur Skrining Medis dan Konsep Bank Darah Hidup
dr. Lambu memaparkan bahwa seluruh proses pendonoran darah telah memenuhi kriteria skrining medis yang ketat demi menjamin keamanan pendonor maupun penerima. Prosedur tersebut mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin (minimal 12,5 g/dL), hingga uji saring terhadap penyakit menular seperti HIV, Sifilis, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Pihak rumah sakit juga menerapkan mekanisme “Bank Darah Hidup” dengan mendata identitas serta nomor kontak calon pendonor potensial guna mencegah penumpukan stok yang melampaui masa simpan.
Partisipasi Inklusif Lintas Sektoral dan Lintas Agama
Aksi donor darah lintas jemaat dan lembaga ini turut dihadiri serta diikuti oleh berbagai elemen masyarakat secara inklusif. Antusiasme terlihat dari kehadiran Sekretaris Dewan Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, bidan dari RSUD dr. P.P. Magretti, hingga Kepala Bappeda dari Jemaat GPM Ebenhaezer Kota Saumlaki yang turut mendonasikan darah mereka sebagai wujud solidaritas bersama.
(Sumber: Wawancara / Konfirmasi Lapangan – joko)












