Talenta Anak, Benih Iman Gereja

https://lensa publik.my.id | Saumlaki, Selasa, 11 Agustus 2026 – Perayaan Misa Peringatan Wajib Santa Klara dan Novena hari ketujuh di Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat menjadi ruang sederhana untuk menumbuhkan keberanian, talenta, dan kecintaan anak-anak terhadap pelayanan Gereja.

Sukacita dari Mimbar
Kristin Renata Resy, pemazmur dalam perayaan tersebut, mengungkapkan rasa syukur karena mendapat kesempatan melayani Tuhan melalui Mazmur Tanggapan. Meski sempat gugup, ia berusaha menjadikan pelayanan tersebut sebagai ungkapan pujian yang membawa umat semakin dekat kepada Tuhan.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa bertugas menyanyikan Mazmur Tanggapan pada Misa Peringatan Wajib Santa Klara dan Novena hari ke-7 ini.”

Kristin mengaku terharu karena mendapat perhatian dan apresiasi dari Pastor Paroki berupa buku tulis dan uang jajan. Baginya, perhatian tersebut menjadi penyemangat untuk semakin rajin belajar di SMP Paulus Saumlaki dan setia melayani Tuhan.

“Hadiah buku tulis dan uang jajan ini menjadi penyemangat besar bagi saya untuk semakin rajin belajar di SMP Paulus Saumlaki dan semakin setia melayani Tuhan di gereja.”

Kebanggaan Orang Tua
Bagi orang tua Kristin, keterlibatan anak dalam pelayanan liturgi menjadi kebahagiaan tersendiri. Melihatnya berdiri di mimbar dan menyanyikan Mazmur dengan hati dipandang sebagai bagian dari proses pertumbuhan iman dan karakter anak.

“Sebagai orang tua, hati saya diliputi rasa haru dan bangga melihat Kristin mau terlibat aktif dalam pelayanan liturgi Gereja.”

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat dan Pengurus Rukun Santo Petrus yang terus mendampingi anak-anak dalam kehidupan menggereja. “Semoga apresiasi ini semakin menumbuhkan rasa cinta Kristin pada Altar Tuhan.”

Talenta yang Harus Dipupuk
Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, mengingatkan bahwa setiap talenta yang dimiliki anak merupakan anugerah Tuhan yang perlu diberi ruang untuk berkembang di dalam Gereja.

“Talenta yang ada pada anak-anak kita adalah anugerah indah dari Tuhan yang harus terus dipupuk dan diberi ruang di dalam Gereja.”

Menurutnya, perhatian sederhana kepada anak-anak dapat menjadi bentuk dukungan moral agar mereka semakin berani dan bersemangat dalam pelayanan.

“Apa yang diberikan pagi ini mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk dukungan agar anak-anak kita semakin bersemangat melayani.”

Dengan meneladani Santa Klara yang dikenal dengan kehidupan sederhana dan ketekunannya, anak-anak diajak untuk terus menumbuhkan iman melalui pelayanan sejak usia muda.

“Jangan pernah lelah melayani Tuhan; berikan yang terbaik dari masa mudamu untuk kemuliaan nama-Nya.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan anak-anak di dalam Gereja bukan sekadar tugas liturgis. Di balik sebuah Mazmur yang dinyanyikan dari mimbar, terdapat proses pembentukan iman, keberanian, tanggung jawab, serta dukungan keluarga dan komunitas.

Ketika talenta anak diberi ruang dan dihargai dengan tulus, Gereja sedang menanam benih bagi masa depan. Benih itu bertumbuh melalui pelayanan sederhana, ketekunan belajar, doa, pendampingan orang tua, serta teladan para pelayan Gereja.

Rangkaian refleksi kemudian ditutup dengan ungkapan: “RATU NORKIT MONUK DEDESAR… UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN.. KIDABELA… SALVE…”
(Editor: johanis kopong)
(Sumber: Refleksi: RD Ponsianus Ongirwalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *