http://lensapublik.my.id | Saumlaki – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Christianus Fatlolon, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sejumlah kendala pelayanan, mulai dari persoalan sampah hingga gangguan operasional mobil ambulans jenazah.
Permintaan maaf itu disampaikan Fatlolon saat ditemui media di Pusat Spiritualitas MSC Ureyana Saumlaki, Jalan Ureyena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (4/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa petugas Dinas Lingkungan Hidup sejak pagi melakukan pembersihan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada malam sebelumnya.
“Semalam terjadi angin kencang disertai hujan, sehingga sebuah pohon besar tumbang di area rumah induk MSC Ureyana Saumlaki. Ini menjadi bagian dari tugas kami di Dinas Lingkungan Hidup,” kata Fatlolon.
Ia menjelaskan, pihaknya langsung menurunkan petugas setelah menerima laporan dari pihak terkait. Kegiatan pembersihan dimulai sejak pukul 08.00 WIT.
Selain membersihkan pohon tumbang, petugas juga diminta membantu melakukan pemangkasan sejumlah pohon yang dinilai sudah terlalu tinggi dan berpotensi membahayakan.
“Kami juga diminta membantu melakukan antisipasi terhadap beberapa pohon yang sudah lama dan tinggi. Jika terjadi angin kencang, pohon-pohon tersebut bisa tumbang dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga telah dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai bagian dari penanganan situasi darurat akibat cuaca.

Permohonan Maaf Soal Sampah
Dalam kesempatan yang sama, Fatlolon juga menanggapi keluhan masyarakat terkait sampah yang sering menumpuk di sejumlah titik di Kota Saumlaki.
Ia mengakui bahwa pelayanan persampahan memang sedang menghadapi beberapa kendala operasional.
“Terkait aktivitas persampahan, kami menyampaikan permohonan maaf dari pemerintah daerah kepada masyarakat. Selama ini kami terus berupaya, namun memang ada beberapa kendala operasional,” ujarnya.
Meski demikian, petugas kebersihan tetap bekerja maksimal untuk mengatasi penumpukan sampah di sejumlah lokasi.
“Saat ini petugas kebersihan bekerja mulai pukul 03.00 subuh hingga pukul 24.00 malam untuk melakukan pengangkutan sampah,” kata dia.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menempatkan sampah di depan rumah atau di tepi jalan agar lebih mudah diangkut oleh petugas.
“Kami berharap masyarakat dapat menaruh sampah di depan jalan agar memudahkan petugas dalam proses pengangkutan,” katanya.
Menurut Fatlolon, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah kerusakan dua armada pengangkut sampah yang masih dalam proses perbaikan.
“Kami memiliki dua armada yang mengalami gangguan dan sementara diperbaiki. Untuk lokasi yang masih ada sampah, pengangkutan tetap dilakukan, bisa pada pagi, siang, maupun sore hari,” ujarnya.

Layanan Ambulans Jenazah Terganggu
Selain masalah sampah, Fatlolon juga menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah keluarga duka yang beberapa hari terakhir belum terlayani secara maksimal oleh mobil ambulans jenazah milik Dinas Lingkungan Hidup.
Menurutnya, kendaraan tersebut saat ini mengalami kerusakan pada beberapa komponen.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada beberapa keluarga duka yang sempat meminta pelayanan mobil ambulans jenazah. Saat ini kendaraan tersebut mengalami gangguan karena ada onderdil yang rusak,” kata Fatlolon.
Ia menjelaskan, suku cadang yang diperlukan sedang dipesan dari luar daerah sehingga proses perbaikan membutuhkan waktu.
Sebagai langkah sementara, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sempat meminta bantuan dari Polres Kepulauan Tanimbar agar dapat membantu melayani keluarga duka yang membutuhkan,” ujarnya.(rls:jk)














